detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Minggu, 15 Sep 2019 17:23 WIB

Terpikat Sepeda Lipat

Komunitas Jakseli: Karena Gowes Rame-rame Lebih Asyik

Adhi Indra Prasetya - detikSport
1 Dari 3 Orang Menjadi Ribuan
Halaman 2 dari 2
Foto: Jakseli

Pada awal terbentuk, hanya ada Phang dan dua orang rekannya yang tergabung dalam Jakseli. Namun perlahan jumlah yang bergabung makin banyak. Jika melihat akun resmi Jakseli di facebook, sudah lebih dari 4.000 orang yang tergabung. Phang menyebut ada sekitar 200 orang yang aktif dalam komunitas Jakseli.

"Dulu awalnya Jakseli Cuma 3 orang waktu kita bikin. Seminggu kemudian sudah puluhan orangnya, karena punya kesamaan hobi dan visi misi. Yang suka gowes sendirian itu, kan bahaya juga. Saya sendiri pernah hampir dijambret. Kalau kita ramai-ramai, bareng-bareng kan lebih aman," ujar Phang.

"Kalau yang aktif sekitar 200-an. Tapi kita kan dari berbagai kalangan. Kalau ngumpul itu nggak 200-an juga, mungkin sekali jalan 20-30 orang. Tergantung bisa atau nggaknya," ujarnya menambahkan.


Dengan banyaknya anggota aktif yang berasal dari berbagai kalangan, maka Jakseli pun membagi jadwal rutin bersepeda mereka menjadi dua waktu, yakni Rabu malam dan Minggu pagi. Hal ini untuk mengakomodasi seluruh anggota.

"Siapa yang gowes pagi nih, kita bikin morning ride. Nanti yang malam siapa. Kita rutin setiap Rabu malam dan Minggu pagi. Ngumpulnya tergantung, kalau ada yang bilang di Jalan Sumenep, kita ke sana. Kalau ngumpul di GBK, kita ke GBK. Kalau Rabu malam, seminggu sekali kita bikin rute. Misalnya minggu ini kita ke mana, sudah ada rutenya, nanti kita ngumpul," ujar Phang.

Selama 2 tahun terakhir, sudah banyak kegiatan yang dilakukan oleh Jakseli. Baik itu sekedar kumpul mingguan, atau mengikuti acara berskala nasional.

"(Selain kegiatan rutin mingguan), kita ada kegiatan bakti sosial, setahun sekali biasanya. Kalau kegiatan lain mungkin gowes bersama, Jambore nasional, seperti di Palembang minggu depan, kita nanti juga akan datang. Kegiatannya lebih ke silaturahmi. Bertemu dengan teman-teman dari daerah," ujar Phang.

Bergabung dengan komunitas disebut Phang lebih mengasyikkan. Sebab tak hanya menambah link pertemanan, namun bisa juga slaing bertukar pikiran dikarenakan anggota yang berasal dari berbagai latar belakang.

"Seorang yang aktif di komunitas sepeda, itu komunitasnya banyak. Sepeda saya Brompton, saya ikut komunitas Brompton juga. Jadi satu orang ini temannya banyak. Satu sepeda sejuta sahabat istilahnya. Jadi saya ada di banyak komunitas sepeda. Semua pun sama," ujar Phang.

(din/din)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com