detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Senin, 23 Sep 2019 13:33 WIB

Enggak Banyak yang Seperti GBK di Jakarta, Jangan Dibuat Balap Mobil Dong!

Femi Diah - detikSport
Kompleks GBK diprotes digunakan balap sepeda. (Rengga Sancaya/detikSport) Kompleks GBK diprotes digunakan balap sepeda. (Rengga Sancaya/detikSport)
Jakarta - Komunitas olahraga yang beraktivitas di Kompleks Gelora Bung Karno, Yoga Malam Minggu GBK, terkejut dengan rencana balap mobil di area itu. Dua penggagas komunitas itu, Amelia Novianti N dan Endah Cyntia Nuriska, GBK harus difungsikan sesuai dengan misi yang dibuatnya sendiri.

Protes adanya balapan mobil di Kompleks GBK itu muncul melalui unggahan Reza Puspo, founder IndoRunners, pada Kamis (19/9/2019). Dia menyertakan dengan video mobil sedang beradu cepat di ring road Stadion Utama GBK.

Direktur Pusat Pengelola Kompleks GBK, Winarto, memastikan balapan pada tengah pekan lalu itu sebagai uji coba. Perlombaan yang merupakan bagian dari hajatan Indonesia Festival Senayan dengan menggandeng Orange Committee dengan tajuk GBK Race! Time Attack Challenge pada 4-6 Oktober 2019.

Amelia dan Cyntia kompak menolak adanya balap mobil di GBK. Mereka tak menilai PPKGBK justru mengingkari visi misi yang dibuatnya sendiri. Yakni, pada MISI GBK poin kedua: Melestarikan lingkungan Komplek Gelora Bung Karno sebagai paru-paru kota, sebagai ruang terbuka hijau, dan sebagai objek wisata dan prasarana komunikasi sosial.


"Enggak cocok area Kompleks GBK digunakan untuk balap mobil. Untuk lari-lari mengitari area itu, cuma membutuhkan waktu berapa menit satu putaran, kalau mobil mau ngapain? Itu hanya membakar ban, bukankah banyak tikungan dan jalur lurus sangat pendek," ujar Amel yang dihubungi detikSport, Senin (23/9/2019).

"Kalau kami tidak bisa menggunakan area GBK karena ada pertandingan sepakbola itu enggak masalah. Kami tak akan keberatan. Untuk kontes mobil juga masih oke, tapi kalau buat balapan saya kira desainnya juga tidak mendukung. Saya sudah membayangkan hanya akan mencium aroma ban terbakar," Amel menegaskan.

Senada, Cyntia menolak adanya balapan mobil di Kompleks GBK. Dia berpendapat balap mobil seharusnya dilakukan di sirkuit, bukannya di GBK yang memiliki area penuh pepohonan dan berjarak cukup jauh dari jalan raya.

"Sebenarnya sedih juga ya mendengar kabar itu, sebab itu kan daerah sudah steril yang digunakan untuk berkegiatan outdoor. Lokasinya tengah kota, namun cukup berjarak dengan jalan raya. Lalu, kenapa malah digunakan untuk balapan mobil," kata Cyntia.

"Lagipula, bukankah ada sirkuit untuk bisa menggelar balapan? Kami harus ke mana lagi untuk berkegiatan? Enggak mungkin kami memakai jalanan atau sirkuit mereka untuk melakukan yoga," tutur Cyntia.

"Saya berharap GBK jangan disentuh-sentuh lagi," dia menegaskan.



Enggak Banyak yang Seperti GBK di Jakarta, Jangan Dibuat Balap Mobil Dong!


Simak Video "Komentar Pengguna GBK Soal Arena Balap Mobil"
[Gambas:Video 20detik]
(fem/cas)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com