'Tak Masalah Anggaran KONI Dipotong'

'Tak Masalah Anggaran KONI Dipotong'

- Sport
Senin, 31 Okt 2005 21:22 WIB
Tak Masalah Anggaran KONI Dipotong
Jakarta - Rencana akan dipotongnya anggaran KONI Pusat tahun 2006 sebesar Rp 56 miliar tidak menjadi masalah bagi KONI. Akan tetapi, KONI tak menjamin prestasi yang diharapkan bisa terwujud secara maksimal. Seperti diketahui dalam rapat dengar pendapat antara Komisi X DPR dengan Menteri Pemuda dan Olahraga pada Kamis (27/10/2005) lalu, terlontar rencana untuk memotong jatah anggaran bagi KONI Pusat untuk tahun 2006.Dari rencana Rp 429 miliar untuk anggaran olahraga, hanya Rp 100 miliar yang akan dinyatakan sebagai anggaran KONI. Padahal sebelumnya, KONI direncanakan akan menerima Rp 156 miliar. Rencana pemotongan tersebut diambil setelah dianggap KONI tidak memberikan dana rincian rencana penggunaan anggaran tersebut. Mendengar hal tersebut Ketua Umum KONI Pusat Agum Gumelar membantah. Menurut Agum, KONI telah memberikan dana perincian anggaran sejak 25 Juli lalu kepada Dirjen Anggaran Departemen Keuangan. Dan jika memang pemotongan anggaran tetap dilakukan, KONI tidak menjadikan itu sebagai sebuah masalah besar."Kami telah memberikan dana rincian anggaran kepada dirjen anggaran. Jikapun tetap dipotong, maka itu tidak akan menjadi masalah. Kita tidak boleh cengeng, kita inikan olahragawan. Masalah dana olahraga seperti ini sudah ada dari dulu, " jelas Agum kepada wartawan di Gedung KONI Pusat, Senin (31/10/2005). Akan tetapi ditambahkan Agum, otomatis pengurangan anggaran itu akan berdampak pada masalah prestasi. Pasalnya menciptakan prestasi itu tak semudah membalikkan telapak tangan yang tidak memerlukan dana."Makanya semua akan disesuaikan. Jika dulu kita prestasi oriented sekarang budget oriented. Selepas SEA Games kita akan evaluasi, karena dana ini berdampak untuk proses di tahun depan saat Asian Games. Bisa saja atlet yang akan dikurangi ataupun Try Out ke luar negeri ditiadakan. Nah, alhasil ini akan mempengaruhi prestasi," tandasnya. Foto: Ketua Umum KONI Pusat Agum Gumelar (abf) (erk/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads