Performa Timnas Voli Membaik
Selasa, 01 Nov 2005 03:37 WIB
Jakarta - Setelah dua pekan berlatih dan bertanding di Beijing, pola permainan tim bola voli yang akan tampil di SEA Games XXIII/2005 Filipina sudah terbentuk. Kekurangan yang muncul di awal program latih tanding di Beijing, yakni lemahnya pertahanan dan blok sudah mulai dapat diatasi. "Setelah dua pekan di sana, dan kami evaluasi, hasilnya lumayan. Kekurangan yang ada sudah bisa diperbaiki. Yang jelas ada peningkatan secara kualitas. Pola permainan sudah terbentuk dan membaik. Kami juga gembira, di tengah udara yang dingin semua pemain dalam keadaan sehat, tidak ada yang sakit atau cedera," jelas asisten pelatih Gugi Gustaman.Tim Indonesia sudah melakukan enam kali pertandingan dengan tim-tim setempat. Dari semua pertandingan itu dapat dimenangi Loudry Maspaitella dan kawan-kawan. Mereka juga sudah mulai akrab dengan cuaca dingin Beijing. Namun, keabraban itu akan hilang karena tim akan melanjutkan latih tanding di Guangzhou, Selasa (31/10/2005) ini. Di Guangzhou, mereka akan berjumpa dengan cuaca yang lebih hangat.Pada try out tersebut, menurut Gugi, semua pemain ditampilkan. Bahkan, ban kapten diberikan kepada Rudi Santoso yang selama ini selalu menjadi cadangan Loudry. Pemain yang baru pertama kalinya masuk tim SEA Games, Joko Murdiyanto justru selalu menjadi pilihan utama. Salah satu pemain yang mengantarkan Indonesia menjadi juara dunia turnamen voli U-185 ini dipadukan dengan pemain senior seperti Andri Widiatmoko dan M Zainudin. Mereka bahu-membahu dengan Joni Sugiatno dan I Nyoman Rudi Tirtana dan libero Risco Herlambang Matulessy. Johan Rachmadi, Brian Alfianto, Aris A Risqon, dan Andri menjadi pilihan kedua."Secara individu, pemain telah bermain bagus, secara tim juga baik meskipun lawan yang kami hadapi tidak terlalu bagus. Namun, uji coba seperti ini sangat bagus bagi pemain muda. Ini memberi pelajaran yang sangat berharga bagi mereka. Mereka butuh pertandingan seperti ini sehingga nanti akan sudah terbiasa," kata Loudry.Loudry tidak kecewa dirinya lebih banyak duduk di bangku cadangan. Ia menilai, hal itu merupakan salah satu strategi yang diterapkan pelatih asal Cina Li Qiujiang untuk memberi kesempatan agar semua pemain tidak tergantung kepada pemain paling tua ini. Pemain kelahiran Surabaya 36 tahun silam ini merupakan toser terbaik yang dimiliki Indonesia hingga saat ini. Tidak heran bila dia terus menjadi pilihan utama. Loudry sendiri sebetulnya beberapa kali mengutarakan niatnya untuk mundur dari tim nasional. Namun, rasa cintanya terhadap Merah Putih membuat dia bertahan di tim nasional.Sebenarnya, Rudi mempunyai umur yang hampir sepadan dengan Loudry. Rudi satu tahun lebih muda dari Loudry. Selama ini, Rudi selalu menjadi cadangan Loudry. Karena kualitas mereka tidak menurun meskipun sudah berkepala tiga, Li tidak ragu memberi kepercayaan kepada keduanya. Mereka menyingkirkan beberapa toser yang lebih muda seperti Erwin Rusni dan Iwan. (erk/)











































