detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Rabu, 02 Okt 2019 17:20 WIB

Finalisasi Cabor Mundur Lagi, Kapan Kontingen Indonesia ke SEA Games Terbentuk?

Mercy Raya - detikSport
Foto: Hendra Nurdiyansyah/Antara Foto Foto: Hendra Nurdiyansyah/Antara Foto
Jakarta - Komite Olimpiade Indonesia (KOI) kesulitan memfinalkan kontingen Merah Putih ke SEA Games 2019 Filipina. KOI berulang kali mengubah batas pendaftaran akhir.

Batas waktu entry by name SEA Games 2019 diundur oleh panitia penyelenggara SEA Games 2019 (Phisgoc) sampai 7 Oktober dari sebelumnya 30 September. Perubahan itu terimbas koneksi internet yang lemot di sekretariat Phisgoc. Untuk sementara, Indonesia telah mendaftarkan 44 cabang olahraga dan 633 atlet dari rencana semula 52 cabang olahraga. Selain koneksi internet, delapan cabang olahraga itu belum didaftarkan dengan alasan menunggu skuat pasti cabang olahraga (KOI tak bersedia menyebutkan secara rinci, red). Kemudian, KOI memberikan kelonggaran kepada cabang olahraga untuk bisa mendaftarkan hingga hingga Rabu (2/10).

Tapi, KOI mengubah jadwal itu lagi. KOI memberikan kelonggaran batas waktu lagi kepada federasi cabang olahraga untuk menggodok skuat dan menyerahkan susunan atlet, pelatih, dan ofisial untuk diebrangkatkan ke SEA Games 2019.


Situasi itu memancing pro dan kontra. KOI dinilai tidak serius dalam menetapkan cabang yang akan dikirim.

"Binalisasi cabor masih tarik ulur, bongkar pasang. Ya, cabor serius, tapi contoh ada atlet yang cedera, masa kami larang. Seperti jujitsu, yang combat-combat itu, cedera ganti lagi. Mumpung deadline juga masih pekan depan, masa kami tidak terima," kata Chief de Mission (CdM) Indonesia ke SEA Games 2019, Harry Warganegara, sekaligus perwakilan KOI kepada detikSport, pada Rabu (2/10/2019).

Harry menegaskan tetap memberi batas waktu kepada cabor sampai Jumat (5/10). Meski sebelumnya, dia bersikeras Rabu pekan ini sebagai batas akhir sebagai bentuk keseriusan.

"Mereka (cabor) ingin memanfaatkan waktu dengan bongkar pasang. Kami terima dong, masa kami seperti diktaktor banget. Memang kemarin kami sepakat Rabu secepatnya, sekarang berubah masa tidak bisa," dia menjelaskan.

Lagipula, kata Harry, dinamika dalam finalisasi cabor setiap pesta olahraga sebagai sesuatu yang wajar.

Sejauh ini, sudah ada 44 cabang olahraga yang menyetorkan nama-nama atletnya dari 52 cabor yang masuk long list. Sedangkan, delapan sisanya masih dalam pembahasan antara Tim Monitoring dan Evaluasi KOI dengan Kemenpora.

"Delapan cabor ini kami sedang lihat karena pertama tidak ada potensi medali. Sementara Kemenpora meminta perbandingannya 60:40 junior senior. Nah, apakah dengan ditukar senior semua jadi ada potensi medali, itu akan dibicarakan dengan Kemenpora. Tetapi pada dasarnya Kemenpora bilang budget sekian (Rp 40 miliar sampai Rp 60 miliar) silakan KOI atur. Maka KOi dan Tim Monev masih analisa dan terima Pertina," dia menjelaskan.

Adapun salah satu cabor dari delapan cabor yang tak berpotensi itu yakni under water hoki, dan cabang-cabang olahraga beregu.

"Sebab, beregu banyak tapi medalinya satu. Tetapi jangan salah beregu itu persahabatan, ada nilai value yang mengikat antarnegara peserta yang bertanding," ujar dia.



Simak Video "Ikan Koi Mati Gegara Listrik Padam, PLN Digugat Rp 9,2 Juta"
[Gambas:Video 20detik]
(mcy/fem)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com