detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Senin, 14 Okt 2019 13:18 WIB

Usai Raih Emas di Finland Open 2019, Ini Evaluasi David Jacobs

Mercy Raya - detikSport
David Jacobs menctat sejumlah evaluasi setelah juara di Finland Open 2019. (Agung Pambudhy/detikSport) David Jacobs menctat sejumlah evaluasi setelah juara di Finland Open 2019. (Agung Pambudhy/detikSport)
Jakarta - David Jacobs kembali mengharumkan nama Indonesia di kejuaraan internasional para tenis meja 2019. Dia membeberkan evaluasi usai tampil sip di ajang itu.

Tenis meja Para Finland Open berlangsung di Pajulahti , Finland, 11-13 Oktober. Indonesia sukses mengantongi satu medali emas, dua perak, dan dua medali perunggu.

Di antara medali itu dipersembahkan oleh David. Dia mengoleksi medali emas di nomor tunggal dan perak nomor beregu bersama Komet Akbar. Mereka turun di klasifikasi TM 10 (keterbatasan fisik paling rendah).

Sementara, medali lainnya ditorehkan di nomor beregu. Antara lain, perak Adyos Astan dan Agus Sutanto di kelas 5 kursi roda beregu putra, kelas 8 beregu putra Leo Aritonang dan Abdul Malik (perunggu), dan kelas 8 beregu putri Suwarti dan Hamida (perunggu).


David bersyukur atas perolehan hasil di kejuaraan tersebut, apalagi lawan yang dihadapi tak mudah.

"Puji Tuhan, bersyukur kepada Tuhan Yesus dan senang bisa Juara di sini (Finlandia). Apalagi didukung langsung oleh Ibu Dubes dan Teman-teman KBRI di Finlandia. Mereka sangat memperhatikan kebutuhan atlet para tenis meja yang bertanding di kota Lahti," kata David kepada detikSport dalam pesan singkatnya Senin (14/10/2019).

"Dengan juara di sini ya tetap harus fokus dan bisa meningkatkan prestasi. Di ajang ini ada lawan-lawan yang kuat meski sudah saling mengalahkan, tapi tetap harus terus evaluasi ke depan biar lebih baik karena masih ada event yang harus diikuti," dia menjelaskan.

"Saya harus mengevaluasi kualitas pukulan backhand harus ditambah. Main juga jangan banyak di belakang jauh dari meja, harus lebih dekat dari meja jika sudah reli. Selain itu, tentu saat servis dan terima servis juga harus lebih variasi dan yang penting juga strategi main harus cerdik. Dengan demikian, bisa tahu cepat kekurangan dan kelebihan lawan pada saat main," dia menambahkan.

Kantongi Tiket Paralimpiade

David mengatakan hasil di Finlandia merupakan bagian dari uji tandingnya sebelum turun Paralimpiade 2020. Atlet kelahiran Makassar itu sudah lolos ke Tokyo setelah menduduki posisi dua dunia di para tenis meja. Setiap atlet yang menduduki delapan besar dunia otomatis lolos terutama di kelas 10.

"Sudah secara poin dan peringkat sudah cukup. Dari Indonesia yang sudah lolos saya dan Komet Akbar tapi ada beberapa atlet yang masih punya peluang lolos," katanya.

"Setelah ini akan ada lagi kejuaraan di Belanda, bulan depan. Kemudian, Januari 2020 Asean Para Games," dia menambahkan.



Simak Video "Messi: Barcelona Spektakuler, Sekalipun Tanpa Neymar"
[Gambas:Video 20detik]
(mcy/fem)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com