detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Selasa, 22 Okt 2019 14:15 WIB

Kejuaraan Parayalang Internasional di Sumedang Resmi Dibuka

Mukhlis Dinillah - detikSport
Foto: Mukhlis Dinillah/detikSport Foto: Mukhlis Dinillah/detikSport
Sumedang - Kejuaraan Paralayang Internasional di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, resmi dimulai. Pembukaan event bergengsi ini berlangsung meriah dengan pentas beragam seni dan kebudayaan asli Sumedang.

Ajang West Java Paragliding World Championship and Culture Festival 2019 dibuka dengan 'megah' dengan belasan atraksi seni budaya seperti tari umbul, kuda renggong, pencak silat. Lalu ada marching band, hingga atraksi helikopter dari TNI AU.

Pembukaan ini juga diwarnai pemberinan penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (Muri) dengan kategori rekor dunia terbang atlet paralayang bersama 159 penerbang. Rekor ini memecahkan pencapaian sebelumnya di Bali dengan 110 penerbang.


Pembukaan ini dihadiri Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir, Wabup Sumedang Erwan Setiawan, perwakilan Kemenpar, DPRD dan tamu undangan lainnya. Termasuk para peserta dari berbagai negara yang akan mengikuti kejuaraan kali ini.

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir mengatakan berkomitmen menjadikan Sumedang sebagai kabupaten wisata di Jabar. Salah satu caranya melalui event Kejuaraan Paralayang Internasional yang akan berlangsung mulain 22 - 28 Oktober 2019 ini.

"Kita ingin menjadikan Sumedang sebagai destinasi paralayang kelas dunia lewat event ini. Jadi ketika orang nyebut paralayang ya Sumedang. Karena nanti para peserta dari berbagai negara akan ikut mempromosikan Sumedang," kata Dony dalam pembukaan, Selasa (22/10/2019).

Menurutnya lewat kejuaraan Internasional ini, banyak dampak positif yang dapat didapat Kabupaten Sumendang. Di antaranya pengenalan seni budaya khas Sumedang, promosi pariwisata hingga peningkatan perekonomian masyarakat.

"Karena output-nya kesejahteraan masyarakat bagaimana ekonomi bergerak, orang menebarkan uang di Sumedang dan akhirnya meningkatkan pendapatan orang Sumedang," kata dia.

Dony berpesan kepada masyarakat untuk bisa menjadi pemandu wisata dalam beberapa hari ke depan. Masyarakat harus bisa melayani peserta atau wisatawan yang hadir selama event tersebut berlangsung.

"Saya yakin masyarakat sangat peduli terhadap tamu, pelayanan, menjadi tuan rumah baik, ramah dan membantu tamu kesulitan. Kalau terlayani dengan baik, akan jadi nilai positif untuk Sumedang di mata mereka. Sehingga orang akan tertarik datang ke sini," tutur dia.

Asisten Deputi Pengembangan Destinasi Regional II Kemenpar Wawan Gunawan mengapresiasi event yang digelar Kabupaten Sumedang tersebut. Menurutnya Pemkab Sumedang menunjukan komitmen seriusnya dalam pengembangan pariwisata.

"Sumedang punya (potensi) pengembangan pariwisata, ada aksebilitas Cisumdawu. Sumedang punya komitmen luar biasa, kalau Indonesia itu ada Bali, nah Bali nya, Jabar adalah Sumedang. Atraksi alam ada, gunung, sungai, ladang, lembah. Wisata budaya ada. Paket komplit," ujar Wawan.

West Java Paragliding World Championship 2019 diikuti 392 peserta dari 20 negara. Mereka datang dari Asia, Eropa, hingga Amerika. Di antaranya Indonesia, Nepal, Filipina, Britania Raya, Rusia, Swiss, India, New Zealand, Belgia, Vietnam, Cina, Korea, Hong Kong, Thailand, Venezuela, Hungaria, Ceko, Bulgaria, Jepang, Spanyol, dan Zambia.

Ada dua kelas yang diikuti, seperti Paragliding Accuracy World Cup (Venue Kampung Toga) dan Paragliding Cross Country World Cup (Batudua). Event akan ditutup dengan Paragliding Fun Fly juga Culture Festival (Pasir Cinta Cisema Jatigede).



Simak Video "Rekaman CCTV Aksi Nenek Curi Beras di Cirebon"
[Gambas:Video 20detik]
(mud/fem)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com