detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Jumat, 25 Okt 2019 18:18 WIB

Miniatur PON dan Asean untuk Panjat Tebing Dilangsungkan di Unnes

Angling Adhitya Purbaya - detikSport
Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikSport Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikSport
Semarang - Sebanyak 190 atlet panjat tebing dari lima negara meramaikan Rock Expert 2019 di Universitas Negeri Semarang (Unnes). Tuan rumah menurunkan atlet-atlet PON.

Kejuaraan panjat tebing tingkat Asia Tenggara yang diselenggarakan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa Pecinta Alam (Mahapala) Unnes di Venue Wall Climbing itu berlangsung sejak Kamis (24/10) hingga tanggal 28 Oktober 2019.


"Melalui kegiatan ini saya berharap akan lahir atlet-atlet handal dari Unnes yang mampu bertanding dan bersaing dengan atlet atlet international," kata Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Unnes, Abdurrahman, Jumat (25/10/2019).

"Pesertanya ada dari Malaysia, Filipina, Brunei, dan Thailand," dia menambahkan.

Ketua Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Jateng, Reza Kurniawan, mengatakan kompetisi itu bagai PON kecil untuk para peserta dari provinsi yang berbeda.

"Ini seperti PON kecil ya. Penyelenggaraan ini tidak sembarangan, karena atlet-atlet panjat tebing sekelas PON turun, ditambah atlet internasional. Baik juri maupun pembuat jalurnya harus bersertifikat standar Asia Tenggara," kata Reza.

Para atlet yang bertanding memperebutkan total hadiah Rp 100 juta dan piala Gubernur Jawa Tengah dalam dua kategori. Juara dan finalis masing-masing kategori juga akan mendapatkan reward city trip di sekitar kota Semarang yang akan di pandu langsung oleh Disporapar Jawa Tengah.



Simak Video "Panjat Tebing untuk Kaum Penyandang Difabel, Solo"
[Gambas:Video 20detik]
(alg/fem)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com