detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Selasa, 12 Nov 2019 22:11 WIB

Menengok Pelatnas Atlet Rowing di Waduk Jatiluhur, Siapa Mau Coba?

Mercy Raya - detikSport
Foto: Mercy Raya/detikSport Foto: Mercy Raya/detikSport
Purwakarta - Atlet-atlet rowing menjalani latihan keras di bawah terik matahari, meskipun sudah tak gajian lima bulan terakhir. Tak ada kata mundur karena SEA Games 2019 Filipina tinggal hitungan hari.

Dua pelatih rowing Indonesia Muhammad Hadris dan Agus Budiaji menyusuri jalan berbatu dan tanah bersama atletnya menuju bibir danau waduk Jatiluhur, Purwakarta. Mereka bersama 13 atletnya akan berlatih dayung dan daya tahan.

Selasa (12/11) pagi menjadi hari yang pas untuk mereka berlatih dayung. Selain lumayan terik, sore hari biasanya mereka melakukan latihan beban, termasuk latihan keseimbangan mengingat karakternya bergelombang sekitar 30 cm sampai 50 cm. Tapi, sering kali mereka harus menelan latihan tiga kali sehari, dua turun ke waduk, satu kali latihan untuk mengasah fisik di gym sederhana yang masih berada di area pelatnas.

Satu persatu atlet membawa perahunya. Ada yang membopong perahu berdua, ada satu perahu sendiri. Satu persatu juga mereka jalan ke dermaga, memarkir perahunya di atas air dan memasang pengayuh. Kemudian, mereka turun ke air dan mengayuhnya sekitar 14 km selama satu jam.


Pelatih bukan hanya duduk diam sambil berteduh. Hadris dan Agus turut mengitari danau dengan kapal mesin bermuatan dua sampai tiga orang. Sesekali pelatih mendekatkan kapalnya ke arah perahu atlet untuk memacu kecepatan si atlet dalam mengayuh.

"Lihat ke depan, lurus ke depan. Kamu harus fokus," Agus berteriak kepada salah satu pedayung putri, Tiara Andiri.

Tiara merupakan atlet berusia 16 tahun dan diproyeksikan untuk SEA Games 2019 Filipina. Tiara pun merespons arahan pelatihnya dengan terus mengayuh sampai ke titik 3,5 km. Begitu seterusnya.

Sementara itu, Hadris selain lebih banyak mengamati, sesekali ikut membersihkan danau dari bambu dan kayu yang mengapung. benda-benda itu bisa membahayakan atlet karena kerap hanyut dengan masih tertancap paku.

Kebetulan di area latihan timnas rowing, ada pembatas bambu yang dibuat untuk menghindari tumbuhan eceng gondok terbawa ke perairan latihan.

"Kayu ini cukup bahaya apalagi jika mengenai perahu bisa bocor dan merusak perahu anak-anak. Perahunya saja seharga 35 ribu euro jadi lumayan mahal," kata Hadris.
Selanjutnya
Halaman
1 2 3


Simak Video "Intip Persiapan Rowing Jelang SEA Games 2019 di Filipina"
[Gambas:Video 20detik]
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com