KONI Jatim Janji Telusuri Geger Pesenam Gagal ke SEA Games karena Keperawanan

Hilda Meilisa - Sport
Jumat, 29 Nov 2019 23:08 WIB
Ketua Harian KONI Jatim, M. Nabil (Hilda Meilisa Rinanda/detikSport)

Nabil juga menyebut sebenarnya Shalfa merupakan atlet pengganti setelah Tasza Miranda cedera. Dia menghuni pelatnas sejak selama empat bulan hingga dipulangkan pada November 2019.

"Jadi, selalu ada evaluasi posisi. Ini kan posisi pengganti sekitar 4 sampai 5 bulan yang lalu anak ini masih di pelatnas menggantikan Tasza. Karena Tasza harus operasi," ujar Nabil.

Kendati Shalfa memang merupakan atlet pengganti, Nabil menilai persoalan keperawanan itu tak patut dilontarkan. Apalagi, sampai menjadi alasan pencoretan atlet.

Nabil berjanji KONI akan menelusuri kasus itu.

"Jadi, kalau dalam konteks masalah-masalah yang lain saya belum tahu kok sampai ada (ujaran tak perawan). Jadi, intinya tidak dikeluarkan karena persoalan status keperawanan tadi, bukan soal itu tapi soal yang lain soal kedisiplinan terutama soal prestasi," ujar dia.

"Kan ada standarnya pertandingan atau perlombaan itu kan masing-masing cabang olahraga punya standar kita lagi menelusuri Kenapa muncul persoalan yang terpublikasi hal itu," Nabil menjelaskan.

Saat ditanya apakah sudah mengantongi nama pelatih yang menyebut atlet tersebut tak perawan, Nabil mengaku belum sampai ke sana. Dia masih berfokus menyelesaikan akar permasalahan terkait sebab Shalfa dipulangkan karena melakukan indisipliner.

"Saya tidak sampai detail ke hal itu karena yang penting wilayah kita adalah akar masalahnya," kata dia.


(fem/fem)