detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Senin, 02 Des 2019 11:50 WIB

Pelatih Pelatnas Senam Beberkan soal Prestasi dan Keperawanan Atlet

Mercy Raya - detikSport
Foto: Mercy Raya/detikSport Foto: Mercy Raya/detikSport
Manila - Pelatih pelatnas senam, Zahari, merespons pemberitaan yang menyebut pelatnas memulangkan Shalfa Avrila Siani sehingga gagal tampil di SEA Games 2019 Filipina. Zahari menegaskan Shalfa didegradasi karena indisipliner dan prestasi yang menurun.

Pesenam asal Kediri, Shalfa, melalui Ayu Kurniawati, menyebut putrinya dipulangkan dari pelatnas senam artistik di Gresik, Jawa Timur. Dari sambungan telepon, pelatih mengabarkan Shalfa tak lagi perawan.

Orang tua Shalfa sampai membawa anaknya ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk memeriksakan organ intim anaknya. Hasilnya, Ayu mengklaim anaknya masih perawan.

Pelatih, Zahari, kaget dengan pemberitaan itu. Apalagi, mendegradasi Shalfa karena dia tak lagi perawan.

"Sebelumnya, saya minta maaf atas viralnya masalah ini. Saya ingin klarifikasi terkait pemberitaan yang viral ini. Terkait hubungan dengan pelatnas tidak ada sama sekali. Shalfa tidak ikut SEA Games karena indisipliner dan penurunan perfoma saat kejuaraan maupun pertandingan," kata Zahari ketika berbincang dengan detikSport, di Hotel Century Park, Manila, Minggu (1/12/2019).

Adapun indisipliner yang dilakukan Shalfa terkait aturan yang dilanggarkan sebagai atlet binaan. Termasuk jam keluar mess dan keluar malam.


"Setiap atlet belum boleh pacaran karena mereka harus fokus pada latihan maupun sekolah. Ini sudah berulang kali, kami obrol, dia mengabaikan. Kedua kali, kami berbicara lagi dari hati ke hati dengan cara baik-baik, supaya fokus dan latihan tenang. Sebab, akan ada Pra-PON dan persiapan SEA Games.

Tapi yang terjadi, saat mengikuti Kualifikasi PON pada awal November lalu, prestasi Shalfa menurun drastis. Di nomor balance beam dia menempati peringkat 13, sedangkan nomor floor di peringkat tujuh.

"Kami sempat bilang kepada Shalfa bahwa dia itu atlet SEA Games jangan sampai kalah, setelah bertanding ada perubahan, penurunan. Selesai pertandingan kami ngomong lagi dari hati ke hati. "Shalfa, ayo kamu perbaiki karena itu kamu itu atlet yang akan diproyeksi SEA Games". Keesokan harinya saat latihan kok wajahnya malah tak karuan. Lemas. Ya, saya sebagai pelatih melihat kok mau lomba begini. Tidak ada semangat, tak ada perubahan," katanya.
Selanjutnya
Halaman
1 2
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com