detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Minggu, 08 Des 2019 14:27 WIB

Pepanah Arif Pangestu Debutan tapi Bukan Kacangan di SEA Games

Mercy Raya - detikSport
Pepanah muda Arif Pangestu (Mercy Raya/detikSport) Pepanah muda Arif Pangestu (Mercy Raya/detikSport)

Sempat Susah Tidur

Menariknya, malam sebelum mengantongi medali Arif mengaku sulit tidur. Dia bingung mengatasi final yang baru pertama kalinya bakal dijalani.

"Iya, biasanya saya pukul 21.00 sudah tidur. Ini tidak bisa tidur. Kepikiran terus, kepikiran terus buat final besok bagaimana, bisa enggak. Ternyata bisa," kata dia.

Arif tampil istimewa dalam laga itu. Dia bahkan membuat bidikan akurat di poin 10 saat babak penentuan satu angka setelah tim beregu Indonesia imbang dengan Malaysia 4-4.

"Tadi juga saya berusaha untuk mengatur nafas agar tidak terlalu gugup saat menembak," ujar putra kedua dari pasangan Pariyanta dan almarhum Supriati.

Suka Panahan karena Unik

Arif menggeluti panahan sejak usia 8 tahun. Saat itu, dia sering menyaksikan sepupunya Oka Bagus yang tampil di beberapa turnamen panahan, termasuk Asian Games 2018. Kemudian dia jadi ikut-ikutan dan jatuh cinta sampai sekarang.

"Lomba pertama raih emas saat di Pekan Olahraga Pelajar. Saya masih kelas 4 SD. Setelah itu ketagihan," kata atlet berusia 15 tahun ini.

"Yang saya lihat panahan itu unik dan peluang medalinya saya pikir lebih banyak," dia menambahkan.
Selanjutnya
Halaman
1 2 3


Simak Video "Melihat Venue Panahan di SEA Games 2019"
[Gambas:Video 20detik]
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com