detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Rabu, 11 Des 2019 05:15 WIB

Lampaui Target 60 Emas tapi Gagal Finis 2 Besar di SEA Games, Salah Perhitungan?

Mercy Raya - detikSport
Foto: Grandyos Zafna/detikSport
Jakarta - Patokan 60 medali emas dan terwujud, namun Indonesia gagal memenuhi target dua besar di SEA Games 2019 Filipina. Apakah ada salah perhitungan sejak awal?

Indonesia diperkuat 841 atlet ke SEA Games 2019. Mereka diturunkan pada 52 cabang olahraga untuk memperebutkan 530 keping emas.

Sempat hanya berani mematok 45 medali emas, target itu diubah setelah Presiden Joko Widodo meminta Indonesia finis di urutan kedua. Dalam konferensi pers di Manila, menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali dam Ketua Komite Olimpiade (KOI) Rajsa Sapta Oktohari mengumumkan untuk mematok target minimal 60 emas untuk memenuhi permintaan Presiden RI itu.

Target jumlah medali itu dinilai tak masuk akal oleh pemerhati olahraga. Dengan mematok target dua besar, Indonesia seharusnya meletakkan target di angka minimal 85 emas.

Merujuk papan klasemen Selasa (10/12/2019) malam, Vietnam, yang menempati urutan kedua besar bahkan mengoleksi 96 emas, 85 perak, dan 104 perunggu. Sementara itu, Thailand berada di urutan ketiga dengan koleksi 92 emas, 102 perak, dan 122 perunggu. Sementara itu, Indonesia mendapatkan 72 medali emas, 83 perak, dan 111 perunggu. Emas terakhir dipersembahkan oleh Timnas Voli putra.


Harry mengakui hampir 20 persen peluang medali emas hilang. Antara lain, medali di renang, e-Sport, pencak silat, balap sepeda, bahkan taekwondo yang tanpa satu keping emas pun sukses diraih. Padahal, targetnya dua emas. Begitu dengan balap sepeda yang menargetkan enam emas justru hanya mampu merebut satu emas lewat Aiman.

"Jadi, untuk menjadi runner-up memang dari awal sulit (dicapai) tapi harapan Presiden itu menjadi pelecut kami agar atlet lebih on fire. Itu dibuktikan banyaknya potensi medali emas itu tercapai di SEA Games ini bukan hanya kami yang terkejut, pengurus cabornya juga merasakan yang sama. Karena kan hampir 60 persen atlet kami ini adalah muda dan baru mentas pertama kali di SEA Games," kata Harry kepada detikSport.

"Memang ada beberapa cabor yang kami harapkan medali emas contoh renang, E-sport, pencak silat, tapi banyak juga yang tidak terduga seperti pentathlon, sambo, itu juga. Kemudian cabang menembak. Jadi artinya kalau dibilang ini sudah melewati ekspektasi lah. Tinggal ke depannya yang kurang-kurang jadikan ini sebagai evaluasi," dia menjelaskan.

"Ya, karena itu di atas target semua dan medali emas yang kami harapkan. Termasuk harapan Bapak Jokowi medali emas di atas 60 kan terlampaui semua. Boleh dibilang negara besar lainnya Thailand dan Vietnam sundul-sundulan, kita pun hampir bersaing hanya tidak semua cabor," dia menambahkan.

Meski begitu, Harry menyadari, dua kontingen yang menjadi lawan Indonesia punya karakter perwakilan yang berbeda. Dalam arti, Thailand dengan jumlah kontingen cukup besar yaitu 900 orang dan sukses. Sementara Vietnam dengan jumlah atlet lebih sedikit, cabor yang diikuti juga tidak banyak, namun efektif dan fokus kepada cabang pendulang prestasi.

"Ya, artinya prestasi olahraga sekarang itu memang merata," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Raja Sapta Oktohari, menampik jika Indonesia disebut gagal. Sebab, secara perolehan medali emas sudah terpenuhi.

"Bukan gagal menembus dua besar tapi sebagai Presiden harus menetapkan tujuan tertinggi. Beliau pasti sadar nomor satu itu yang punya tuan rumah, enggak mungkin Indonesia sebagai negara besar bilangnya nomor tiga atau nomor empat. Mesti bilangnya nomor dua tapi Presiden juga bilang target emas itu 60 sampai 65. Artinya, kita sudah melebihi target yang dibuat, dari pertama Kemenpora 45 emas, kedua dari KOI 54 sudah mencapai, terakhir dari Presiden 60 sampai 65 emas kita bisa melampaui," kata Okto terpisah.

"Jadi kalau dibilang medalinya kenapa ini bisa terjadi karena ada beberapa yang tidak kirim seperti tenis dan gulat yang dipandang negara-negara kompetitor Thailand dan Vietnam. Termasuk atletik ini ditempatkan mereka sebagai try out untuk pelapis mereka," dia menambahkan.



(mcy/fem)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com