Minta Bayaran, Cabang Menembak Diprotes

SEA Games 2005

Minta Bayaran, Cabang Menembak Diprotes

- Sport
Selasa, 29 Nov 2005 05:11 WIB
Minta Bayaran, Cabang Menembak Diprotes
Jakarta - Sebagai penyelenggara SEA Games 2005, Filipina tampaknya belum bisa dikatakan tuan rumah yang 'ramah'. Bagaimana tidak, pada cabang menembak, para atlet diharuskan membayar US$150.Entah dari dasar pertimbangan apa panitia memberlakukan pembayaran di cabang menembak. Para atlet tembak yang akan bertanding di PSC-PNSA Shooting Range, Manila mesti punya kesabaran ekstra sebelum bisa berjuang mewakili negaranya. Mesti bersabar karena panitia mengharuskan para peserta membayar US$ 150 atau sekitar Rp 1,5 juta untuk bisa bertanding. Kontan kebijakan 'aneh' itu diprotes negara-negara peserta, termasuk Indonesia. "Walau setelah protes, panitia tetap bersikukuh harus bayar. Mereka bersedia mengurangi US$ 100, tetap saja itu kami tolak," ujar Ketua Kontingen Djoko Pramono.Djoko yang juga Wakil Ketua KONI Pusat ini merasa heran dengan adanya kebijakan itu. Baru kali ini pengalamannya ada cabang olahraga multievent yang harus membayar. "Belum pernah ada cabang olahraga yang diharuskan membayar. Baru kali ini saya temui," tambahnya.Diceritakan Djoko, saat diprotes panitia memberi alasan bahwa bayaran itu sesuai dengan ketentuan SEA Games."Ini sungguh aneh. Dalam setiap pertandingan para peserta pertandingan tidak dikenakan biaya. Hanya saat latihan lah mereka diharuskan membayar, yakni sebesar 15 dolar AS," kata Djoko. Meski masih ada masalah yang mengganjal, pertandingan tetap berjalan sesuai jadwal. Kendati demikian, permasalahan tentang kebijakan pembayaran itu dianggap belum selesai. (erk/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads