detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Minggu, 09 Feb 2020 17:46 WIB

Cuaca Buruk, Bagus Terjatuh Saat Latihan Piala Dunia BMX di Australia

Mercy Raya - detikSport
BMX Putra I Gusti Bagus Saputra, tapil di Pulo Mas, Jakarta, Sabtu (25/8). I Gusti Bagus Saputra jatuh saat latihan di UCI BMX Supercross World Cup. (Foto: Grandyos Zafna/detikSport)
Jakarta -

Atlet nasional balap sepeda I Gusti Bagus Saputra mengalami cedera di Australia, Dia terjatuh karena cuaca buruk di lokasi latihan.

Bagus sejatinya dipersiapkan untuk mengikuti UCI BMX Supercross World Cup round tiga dan empat di Australia bersama Toni Syarifudin dan Rio Akbar pada 8-9 Februari. Balapan itu merupakan bagian dari pengumpulan poin Olimpiade 2020 Tokyo.

Namun, akhirnya batal karena Bagus terjatuh di sela-sela latihan pada Selasa (5/2) waktu setempat. Bagus yang melakukan start dari awal tak mampu melawan kencangnya angin yang mengadangnya sampai membuat dirinya terpental dari sepedanya. Alhasil, pergelangan kakinya pun bengkak dan membuat Rio tak mampu berjalan.

"Benar ada kemungkinan Bagus mengalami dislokasi pada pergelangan kaki kanannya. Tapi hari ini dia sudah sedikit bisa berjalan," kata pelatih kepala timnas balap sepeda, Dadang Haris Purnomo, di sela-sela Rapat Kerja Nasional tahunan balap sepeda di FX Sudirman, Senayan, Minggu (9/2/2020).

Bagus rencananya kembali ke Indonesia pada Senin (10/2/2020), dia akan menjalani observasi lanjutan oleh tim dokter timnas balap sepeda.

"Kami sudah komunikasi dengan tim dokter. Setelah mendarat ke Jakarta kami akan observasi terkait pemulihannya," ujarnya.

Dadang sekaligus menegaskan jika pebalap terjatuh tidak hanya dialami peraih medali emas SEA Games 2017 itu, namun atlet-atlet timnas lainnya baik dari Jepang maupun Australia. Bahkan, ada pebalap Australia yang mengalami cedera parah karena kondisi angin negara Kanguru yang buruk.

"Jadi memang kondisi alam semuanya mengakibatkan beberapa pebalap jatuh. Tak hanya itu, kami baru mendapat email juga bahwa seri world cup 3 dan 4 itu ada penundaan dan poinnya juga tak dihitung," katanya.

"Sebenarnya beberapa negara kecewa dengan keputusan itu tapi kondisi angin tidak bisa dilawan. Kecepatnnya 40 km per jam jadi memang kita tidak bisa menghindari," dia menambahkan.



Simak Video "Balap Sepeda Trail, Bandung"
[Gambas:Video 20detik]
(mcy/cas)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com