detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Selasa, 25 Feb 2020 19:15 WIB

Kalah dari Fury, Wilder Salahkan Kostum

Putra Rusdi K - detikSport
LAS VEGAS, NEVADA - FEBRUARY 22:  Deontay Wilder enters the ring prior to the Heavyweight bout for Wilders WBC and Furys lineal heavyweight title against Tyson Fury on February 22, 2020 at MGM Grand Garden Arena in Las Vegas, Nevada. (Photo by Al Bello/Getty Images) Deontay Wilder salahkan kostum yang dipakainya sebagai biang keladi kekalahan atas Tyson Fury (Foto: Al Bello/Getty Images)
Las Vegas -

Deontay Wilder menyalahkan kostum dipakainya sebagai biang keladi kekalahan atas Tyson Fury. kostum tersebut terlalu berat sehingga mengganggu pergerakannya.

Wilder harus kehilangan gelar juara kelas berat versi WBC. Hal tersebut terjadi usai ia kalah TKO dari Fury dalam laga yang di helat di MGM Grand Arena, Minggu (23/2/2020) pagi WIB.

Fury berhasil dua kali memukul jatuh Wilder di pertandingan ini. Wilder pertama kali tersungkur di ronde ketiga. Ia terjatuh lagi di ronde ketujuh dan tak mampu melanjutkan laga.

Terkait kekalahannya ini, Wilder enggan mengakui bahwa ia kalah akibat ketangguhan dari Fury. Ia menegaskan gagal mengimbangi Fury karena terganggu kostumnya yang terlalu berat.


Sebelum masuk ke ring, Wilder tampil tak biasa dengan mengenakan kostum serba hitam lengkap dengan topeng seperti ksatria. Kostum ini dipakai petinju 34 tahun tersebut sebagai penghormatan untuk Black History Month.

Black History Month merupakan peringatan untuk perjuangan dan tokoh-tokoh Afrika-Amerika di Amerika Serikat dan Kanada. Kostum yang dipakai Wilder saat berduel dengan Fury beratnya total 40 pon atau setara 18 kg.

Beban berat yang harus ditanggung Wilder untuk memakai kostum tersebut membuatnya tampil tak optimal. Pergerakannya sedikit terganggu akibat kondisi tersebut.

"Dia sama sekali melukaiku, tapi fakta sederhananya adalah kostumku terlalu berat. Saya merasa seperti tidak punya kaki di awal pertarungan. Pergerakanku baru kembali normal setelah ronde ketiga," tutur Wilder dikutip dari Independent.

"Saya hanya memakainya (untuk pertama kalinya) pada malam sebelum pertandingan tetapi saya tidak berpikir itu akan menjadi seberat itu. Beratnya lebih dari 40 pon dengan helm dan semua baterai."

"Saya ingin memberi penghormatan yang luar biasa untuk Black History Month. Saya ingin terlihat bagus dan itu membuatku melakukan segalanya," jelas petinju asal Amerika Serikat ini.



Simak Video "Uniknya Tradisi Barempuk, Sumbawa"
[Gambas:Video 20detik]
(pur/krs)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com