Jangan Salahkan Pesimisme Kami

Polling Detiksport

Jangan Salahkan Pesimisme Kami

- Sport
Selasa, 06 Des 2005 06:50 WIB
Jangan Salahkan Pesimisme Kami
Jakarta - Dukungan doa rakyat Indonesia selalu mengiringi perjuangan duta-duta olahraga tanah air di SEA Games XXIII Filipina. Namun sejujurnya rasa pesimis sudah terlanjur tertanam di hati.Meski tak langsung memberikan dukungan di lapangan, bukan berarti rakyat Indonesia tidak peduli. Di depan televisi, aksi Agus Indra cs memperjuangkan medali dari cabang sepakbola tetap menarik perhatian walau berbuah penyesalan. Juga usaha Taufik Hidayat di bulutangkis beregu putra, meski akhirnya sia-sia walau tinggal selangkah. Bahkan senyum pesepakbola terbaik Eropa, Ronaldinho-pun tak membuat mata melewatkan daftar perolehan medali yang dimuat koran pagi.Kecewa dan kesal tetapi sekaligus tersenyum mencibir. Meski tak ingin, kami sudah memperkirakan ini terjadi. Indonesia hanya berada di peringkat lima, kalah dari Filipina, Thailand, Vietnam dan Malaysia. Inilah sejarah terburuk prestasi Indonesia, negara besar dengan 200 juta jiwa di ajang kompetisi olahraga antar negara Asia Tenggara sejak tahun 1977.Dari 830 responden polling detiksport, 569 di antaranya (68,55 %) memperhitungkan Indonesia akan keluar dari tiga besar. Peringkat tiga, atau prestasi yang sama dengan dua tahun sebelumnya menjadi pilihan terbesar kedua yakni 131 pemilih (15,78 %). Sementara yang masih percaya Indonesia jadi juara hanya 81 (9,78 %) dan peringkat dua ada 49 pemilih (5,9 %).Tanpa mengurangi rasa hormat kepada duta-duta bangsa, hasil di SEA Games Filipina sangat sulit untuk diterima. Bahkan untuk mencari pembelaan pun tidak pantas. Tuan rumah mungkin melakukan banyak cara tanpa wibawa, tapi bukankah ada tiga negara lagi di atas kita?Nasi sudah jadi bubur. Selanjutnya ada kalender lebih besar yakni Asian Games 2006 Doha, Qatar. Seperti instruksi pimpinan negara yang baru saja memotong anggaran untuk olahraga, segera cari akar permasalahannya. Ketidakpercayaan kami jangan diributkan, tetapi buatlah kami menyesal. Bukan dengan cara mengirim kontingen terbesar, tetapi dengan membawa pulang prestasi yang bersinar. (lom/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads