detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Rabu, 06 Mei 2020 18:35 WIB

Olimpiade, PON atau SEA Games 2021, Mana Prioritasmu Riau Ega?

Mercy Raya - detikSport
Pemanah Putra asal Indonesia Riau Ega Agatha Salsabila berhadapan dengan  pemanah putra asal Kazakhstan Ilfat Abdullin di babak final individual Recurve Putra dalam ajang Asian Ganes 2018, Jakarta, Selasa (28/8/2018).   Ega berhasil mengalahkan Ilfat ABdullin dengan skor 6-2 dan berhak atas medali perunggu. Grandyos Zafna/detikcom Olimpiade, PON atau SEA Games 2021, Mana Prioritasmu Riau Ega? (Grandyos Zafna/detikSport)
Jakarta -

Agenda olahraga tahun depan dipastikan padat dan mepet. Pepanah nasional Riau Ega Agatha Salsabila harus bagi prioritas antara Olimpiade, PON, dan SEA Games.

Olimpiade berlangsung 23 Juli-8 Agustus 2021. Di tahun yang sama, Pekan Olahraga Nasional (PON) berlangsung Oktober, setelah itu ia juga ditunggu SEA Games 2021 pada 21 November hingga 2 Desember. Kondisi tersebut sudah tentu bakal menguras tenaga dan fokus atlet. Terlebih target yang diinginkan sama besar dan tinggi.

Merespons itu, Ega mengaku tak pilih-pilih. Dia menempatkan seluruh pertandingan pada porsi yang sama penting.

"Tetap prioritasnya ya emas apapun pertandingannya. Jadi enggak yang memikirkan langsung saya harus prioritas ke event mana. Saya pikir emas dan menjaga performa saja," kata Riau Ega kepada detikSport, Rabu (6/5/2020) melalui telepon.

"Soalnya kalau berpikir step-step di event itu malah akan terganggu juga untuk lanjut ke depannya. Jadi yang saya pikir jaga performa dan kesehatan. Yang namanya atlet harus siap di semua keadaan. Jangan sampai pelatih mempercayakan saya dalam satu event, kemudian di event lain dipercayakan, akhirnya saya drop di situ, saya tidak mau. Semua saya coba kasih yang terbaik," dia menjelaskan.



Pepanah berusia 28 tahun ini, juga menegaskan mumpung banyak pertandingan jadi dimanfaatkan sebaik mungkin mengasah diri. Termasuk PON, meskipun berskala nasional.

"Saya pribadi karena panahan tidak seintens bulutangkis dan sepakbola yang banyak turnamen, tentu PON penting. Panahan itu kejuaraan besar setahun sekali saja belum tentu ada. Adapun hanya open-open, kecil-kecil," ujarnya.

"Apalagi, PON itu harus tahu juga memaknainya apa? Pekan Olahraga Nasional. Berarti pestanya seluruh atlet yang ada di Indonesia. Kalaupun ada yang berbicara, mereka (atlet olimpiade) tak boleh turun di sana (ya, tidak bisa juga). Karena lewat PON juga atlet junior mendapat pengalaman dari senior-seniornya melalui ajang tersebut," dia menambahkan.



"Waktu zaman saya dulu, pertama kali turun di PON, saya paling kecil di Jawa Timur. Lainnya atlet pelatnas semua. Lalu kenapa saya sampai tahap ini juga karena mereka bimbing saya, sering sparring, dan curhat. Jadi waktu masuk pelatnas tak ada pikiran, aduh saya kalah nih, kurang kuat nih, tapi benar-benar siap di sana. Jadi mau dikasih program seperti apa pun santai saja. Karena dari kecil saya sudah belajar menjadi seorang atlet. Jadi harus bisa memaknai dulu," paparnya.

"Artinya, saya ingin memberlakukan hal yang sama. Jadi dengan adanya atlet pelatnas dia bisa memberikan pengalaman ke junior. Saya dan teman2 tak selamanya di pelatnas. Junior kalau tak dikasih pengalaman, mereka tak bisa bertahan di kompetisi tertinggi. Jadi jangan sampai pengganti kita, mereka kalah sekali langsung down. Bukan karena jelek, tapi karena mereka belum siap," tutupnya.



Simak Video "Serunya Lomba Panahan, Trenggalek"
[Gambas:Video 20detik]
(mcy/aff)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com