detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Selasa, 26 Mei 2020 07:02 WIB

Holyfield Ungkap Kisah Sparring Vs Mike Tyson yang Baru 17 Tahun

Rifqi Ardita Widianto - detikSport
Referee Lane Mills (L) steps in as Evander Holyfield (R) reacts after Mike Tyson bit his ear in the third round of their WBA heavyweight championship fight at the MGM Grand Garden Arena in Las Vegas, NV 28 June. Holyfield won by disqualification after the biting incident.     AFP PHOTO/JEFF HAYNES / AFP PHOTO / JEFF HAYNES Evander Holyfield kala menghadapi Mike Tyson pada 1997, yang diwarnai insiden gigitan telinga. ( Foto: AFP PHOTO / JEFF HAYNES)
Jakarta -

Evander Holyfield memanaskan rumor duel ketiga lawan Mike Tyson. Ia bercerita soal pengalaman pertamanya sparring dengan Tyson yang baru berusia 17 tahun.

Kedua petinju tersebut belakangan dirumorkan akan kembali berduel untuk laga ekshibisi. Jika terwujud, itu akan jadi pertarungan ketiga Tyson Vs Holyfield yang mana dua sebelumnya dimenangi nama terakhir.

Holyfield merupakan senior Tyson dengan jarak empat tahun. Keduanya dahulu merupakan teman dekat dan sparring pertama mereka terjadi beberapa puluh tahun lalu, ketika Holyfield berusia 21 tahun dan Tyson masih 17 tahun.

Bahkan sebelum sparring, Holyfield sudah tahu betul bahwa juniornya itu punya pukulan yang bagus. Tapi ia selalu merasa bahwa karakternya cocok untuk melawan petinju agresif macam Tyson.

"Kami dulu sangat dekat, Mike dan saya dulu teman, kami sempat latih tanding satu kali. Perbedaannya adalah dia kala itu 17 tahun dan saya 21 tahun, itu perbedaan besar dalam hal kepercayaan diri dan pengetahuan," ungkap Holyfield seperti dilansir Metro.

"Saya tentunya tahu dia punya pukulan yang bagus karena dia meng-KO semua orang. Mike adalah satu-satunya orang yang harus membayar orang untuk datang dan melakukan latih tanding."

"Itu bedanya, dia adalah puncher, dia sangat agresif. Tapi saya orang yang cenderung menghadapi petinju agresif dengan sangat baik," imbuh pria 57 tahun itu.

Holyfield lantas bercerita bahwa sparring vs Tyson itu dihentikan karena ada kekhawatiran seseorang bakal terluka. Holyfield mengklaim ia saat itu sedang dalam posisi tak terancam, tapi Tyson tengah terpojok olehnya.

"Dia melakukan apa yang biasanya dia lakukan, tapi mereka menghentikannya karena mereka bilang seseorang akan terluka. Seorang pelatih Olimpiade masuk dan menghentikannya, dan Mike saat itu bilang ke orang-orang 'Wow, dia kurus tapi kuat'," sambungnya.

"Saya dulu biasa latih tanding dengan para petinju kelas berat dan super-berat sepanjang waktu. Saya adalah orang yang berlatih tanding dengan Henry Tillman, Tyrell Biggs, saya berlatih dengan semua petinju berbadan besar, saya tak pernah berlatih dengan orang-orang yang satu divisi dengan saya."

"Mereka menghentikannya setelah sekitar 1,5 menit, mereka bilang seseorang akan terluka. Pada saat itu saya mendesaknya di pojok da dia tak bisa keluar. Saya berusia 21 tahun, dia 17 tahun, dia sudah sangat bagus kala itu."

"Tapi intinya, itu bukan sesuatu untuk dibicarakan, itu sparring saja. Pelatih Olimpiade itu menghentikannya tapi saya tahu saya tidak hendak terluka saat itu. Tidak ada yang terluka, tapi saya memang memojokkkannya," kata Holyfield.

Baik Holyfield maupun Tyson belakangan membuka peluang untuk naik ring lagi setelah kembali latihan. Sempat beredar kabar bahwa duel keduanya kemungkinan digelar di Diriyah, Arab Saudi.

Kuliner


Simak Video "Evander Holyfield Kembali Menantang Mike Tyson"
[Gambas:Video 20detik]
(raw/ran)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com