detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Kamis, 04 Jun 2020 20:30 WIB

Ternyata Tinju Bisa Lebih Bahaya dari MMA

Afif Farhan - detikSport
Anthony Joshua in action against Alexander Povetkin during boxing WBA Super, IBF, WBO & IBO World Heavyweight Titles at Wembley Stadium, London, Britain, September 22, 2018. Action Images via Reuters/Andrew Couldridge  SEARCH Ternyata, Tinju Lebih Berbahaya dari MMA (Andrew Couldridge/Reuters)
Jakarta -

Olahraga mixed martial arts (MMA) menampilkan pertunjukan berdarah-darah. Namun dari segi kesehatan, rupanya tinju justru lebih berbahaya dibanding MMA.

Olahraga MMA sedang naik daun. Beberapa kompetisi besar seperti UFC dan ONE Championship, mendapat banyak perhatian.

Namun jika berbicara soal olahraga combat, tentu tinju tak bisa dilupakan. Kemudian ada saja muncul pertanyaan, lebih bahaya MMA atau tinju sih?



Dilansir dari HuffPost, para peneliti dari Sather Sports Medicine Clinic di University of Alberta, AS menemukan fakta mengejutkan. Ternyata, tinju lebih berbahaya dibanding MMA.

"Di MMA, darah yang mengalir berasal dari hidung atau luka di wajah. Walau terlihat sadis, itu tidak separah dibanding para petinju," kata salah seorang dokter yang ikut dalam tin peneliti, Shelby Karpman.

Para peneliti meneliti data medis dari 1.181 petarung MMA dan 55 petinju yang berkompetisi antara tahun 2003 sampai 2013 silam di Kanada. Memang lebih banyak petarung MMA yang cedera berupa kulit sobek dan darah yang mengucur (59,4 persen) dibanding para petinju (49,8). Namun, 7,1 persen petinju kehilangan kesadaran dan cedera mata serius dibanding 4,2 persen petarung MMA.

Russian UFC fighter Khabib Nurmagomedov, choke holds UFC fighter Dustin Poirier, of Lafayette, La., during Lightweight title mixed martial arts bout at UFC 242, in Yas Mall in Abu Dhabi, United Arab Emirates, Saturday , Sept.7 2019. (AP Photo/ Mahmoud Khaled)MMA yang merupakan seni bela diri campuran Foto: Mahmoud Khaled/AP Photo





Mengapa tinju disebut lebih parah? Jawabannya, karena olahraga tinju mengincar kepala dan badan. Sedangkan petarung MMA, mereka bebas mengincar bagian tubuh lain termasuk melakukan gulat untuk kuncian.

Kepala jadi sasaran utama pada olahraga tinju. Pukulan jab, hook, cross, sampai uppercut bisa memberikan hantaman keras kepada kepala. Tentu, berbahaya untuk otak.

Meski di lain sisi, tinju juga merupakan salah satu jurus di MMA. Namun bagi petarung MMA, mereka bisa mengkombinasikan dengan serangan lain.

"Pukulan di kepala sangat berbahaya kepada otak. Meski saat terkena pukulan tidak keluar darah, tetapi memunculkan memar di dalam kulit dan lainnya yang juga berbahaya dalam jangka waktu lama," terang Shelby Karpman.

"MMA bisa menyerang ke banyak bagian tubuh dan bisa selesai dalam waktu cepat jika lawan melakukan kuncian," lanjutnya.

LAS VEGAS, NV - MAY 02:  Manny Pacquiao throws a right at Floyd Mayweather Jr. during their welterweight unification championship bout on May 2, 2015 at MGM Grand Garden Arena in Las Vegas, Nevada.  (Photo by Al Bello/Getty Images)Olahraga tinju yang sasaran utamanya adalah kepala (Al Bello/Getty Images)



Baik tinju dan MMA, keduanya punya pasar masing-masing. Tentu, kedua olahraga tersebut yang dikompetisikan memiliki aturan yang berlaku dan diawasi oleh tenaga medis yang profesional.



Simak Video "Tulang Kaki Khabib Sempat Patah Sebelum Kalahkan Justin Gaethje "
[Gambas:Video 20detik]
(aff/krs)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com