Tertimpa Barbel, Pemegang Rekor Dunia Tetap Menang
Kamis, 22 Des 2005 19:15 WIB
Jakarta - Kendati mendapatkan medali emas, namun pemegang dua rekor dunia di kelas 75 kg, Syahroni merasa belum puas di pertarungan Kejuaraan Nasional Angkat Berat 2005. Turun di kelas 82,5 kg di kejurnas yang digelar di Pusdiklat Depsos, Jakarta, Kamis (22/12/2005), Syahroni sukses memborong dua medali emas dan dua perak. Medali emas berasal dari angkatan Dead Lift dengan angkatan 300 kg dan total angkatan 732,5 kg. Sedangkan untuk perak, Syahroni mendapatkannya lewat Ban Press dan Squat yang masing-masing untuk angkatan 160 kg dan 272,5 kg.Namun hasil itu dirasakan lifter yang menggeluti angkat berat sejak tahun 1989 ini masih kurang memuaskan. "Saya kecewa dengan hasil dua medali emas dan dua perak ini, namun demikian saya masih bersukur. Apalagi melihat kondisi cedera jari kaki kiri setelah ketimpa barbel saat latihan lalu," ujar Syahroni saat ditemui detiksport.Memang cukup mengejutkan dengan kondisi jari tertimpa barbel seberat 250 kg saat melakukan latihan dua hari menjelang kejurnas, Syahroni masih bisa juara.Prestasi Syahroni di tingkat dunia sendiri terbilang masih cemerlang. Rekor dunia atas nama Syahroni di tahun 1997 yang dibuatnya di Swedia belum terpecahkan oleh lifter manapun. Jenis angkatan Dead Lift seberat 335,5 kg dan total angkatan 790 kg yang dicetak Syahroni terus bertahan hingga hampir delapan tahun ini.4 Rekornas PecahDi nomor lainnya tercatat empat rekornas pecah. Satu dari kelas 90 kg dan tiga lainnya dari kelas 100kg. Doni Putra dari Lampung memecahkan rekornas BenchPress atas nama Hadi dari 200 kg menjadi 200,5 kg. Namun untuk jenis angkatan Squat, medali emas diraih Suprayogi (Lampung) dengan 295 kg, medali perak direbut oleh M. Rudi dengan 290 kg dan Doni di tempat ketiga dengan 287,5 kg.Tiga rekornas lainnya dibukukan oleh Asep Setiawan dari Jawa Barat. Asep menguasai semua jenis angkatan menggeser rekor atas namanya sendiri. Di Squat, ia memperbarui dari 345 kg menjadi 345,5 kg. Begitu juga untuk Bench Press, dari 225 kg menjadi 225,5 kg dan Dead Lift dari 300 kg menjadi 303,5 kg.Sementara itu Kejuaraan Nasional Angkat Besi dan Angkat Berat PABBSI 2005 yang berlangsung sejak tanggal 18- 22 Desember ini secara resmi telah ditutup oleh Ketua Umum PB PABBSI Adang Daradjatun.Sebagaimana dikatakan Adang Daradjatun sebelumnya bahwasannya kejurnas angkat besi dan angkat berat ini untuk mencari bibit-bibit unggul, guna menngantikansenior untuk masa-masa mendatang dan sekaligus jadi karena lfter yang akan dipersiapkan ke Asian Games Doha, Qatar 2006 mendatang.Foto: (detiksport/erika) (mel/)











































