detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Rabu, 10 Jun 2020 03:20 WIB

Jaring Bakat-bakat Terbaik Indonesia, Predator MMA Bangun Sasana di Solo

Rifqi Ardita Widianto - detikSport
Ilustrasi Sasana Predator MMA Indonesia Sketsa sasana Predator MMA Indonesia yang tengah dibangun di Solo. (Foto: Predator MMA Indonesia)
Jakarta -

Predator MMA Indonesia menunjukkan keseriusannya di kancah seni beladiri campuran. Mereka kini tengah membangun sasana di kota Solo.

Sasana tersebut berlokasi di Jl Ahmad Yani No 179, Banjarsari, Solo. Tempat ini akan jadi salah satu pusat pelatihan atlet Mixed Martial Arts (MMA) terbesar di Indonesia.

Proses pembangunannya kini sudah berjalan 60% dan diharapkan bisa mulai beroperasi pada Januari 2021 mendatang. Di sini nantinya akan menyediakan pelatihan Kickboxing, Muay Thai, Wrestling, Sanshou, hingga Brazilian Jiu-Jitsu.

Dengan mendirikan sasana ini, Predator MMA ingin menjaring lebih banyak bakat tanah air, khususnya dari Jawa Tengah dan DIY Yogyakarta. Salah satu atlet didikan mereka adalah Dedi Kurniawan, yang pada November tahun lalu memenangi duel kontra Marton Tampubolon dalam ajang One Pride Fight Night 33.

Di level amatir, mereka punya sederet atlet berprestasi lainnya seperti Windy Fera Monika (medali emas Kickboxing National Championship 2019), Daniel Chandra Wibowo (Medali Perak Kickboxing Nasional Championship 2019), dan Andhika Yudhi (Medali Emas Rambo Kickboxing Tournament National Championship 2019).

"Jadi tujuan Predator MMA indonesia memfasilitasi atlet-atlet tanah air dengan standar fasilitas Olahraga MMA internasional, terutama atlet-atlet Jawa Tengah dan DIY Yogyakarta yang ingin memaksimalkan kualitas sebagai atlet profesional maupun amatir," ungkap Founder Predator MMA Indonesia Jeremy Meciaz dalam rilis yang diterima detikSport.

"Jadi Predator MMA membantu mengorbitkan para atlet beladiri campuran (Kickboxing, Muay Thai, Sanshou, MMA, Brazilian Jiu-Jitsu, Gulat), juga untuk mempersiapkan atlet bertanding di kancah profesional di Pertandingan seperti Brave, One Championship, OnePride MMA, Road Fighting Championship, dan ke depannya tidak menutup kemungkinan dapat mengorbitkan atlet ke UFC."

"Kenapa UFC? Karena UFC sekarang sudah mulai merambah Asia Tenggara, jadi tinggal tunggu waktunya fighter-fighter Indonesia dapat berkompetisi di sana," ujarnya.

Selain fasilitas pelatihan, ada pula kantin sehat di sasana Predator MMA yang bertujuan membantu membangun kesadaran masyarakat akan gaya hidup sehat. Kantin ini menyajikan makanan dan minuman yang dipantau ahli gizi.

"Predator MMA Indonesia juga akan membuka kantin sehat dengan menjual makanan dan minuman sehat alami untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi masyarakat dan memberikan edukasi pentingnya gaya hidup sehat, dengan standar ahli gizi namun tetap terjangkau," imbuh Jeremy.



Simak Video "Melihat Aksi-aksi Keren Conor McGregor Sebelum Pensiun"
[Gambas:Video 20detik]
(raw/ran)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com