Beijing Target Untung dari Olimpiade 2008
Selasa, 27 Des 2005 06:03 WIB
Jakarta - Beijing tidak ingin mendapat rugi dari penyelenggaraan Olimpiade 2008. Laba bersih sekitar US$ 16 juta menjadi target dari hasil multi eventbergengsi dunia itu. Olimpiade berikutnya masih dua tahun lagi. Namun sebagai penyelenggara, Beijing tampaknya tidak mau gegabah dalam mempersiapkan diri sebagai tuan rumah. Ancar-ancar kalkulasi biaya yang diperlukan untuk Olimpiade dan berapa laba yang akan diperolehnya telah disusun. Dilansir BBC, bagian marketing Beijing sepertinya memperkirakan mendapat titik aman dari penyelenggaran Olimpiade 2008. Boleh jadi Olimpiade tersebut akan mengikuti jejak sukses Olimpiade yang digelar di Los Angeles pada tahun 1984, di mana Amerika Serikat merengkuh break even dan bisa mendapat laba.Hingga saat ini hasil Olimpiade 1984 belum ada yang menandingi, termasuk saat Olimpiade 2004 di Athena lalu. Penyelenggaraan Olimpiade 2004 yang notabene sebagai Olimpiade termegah ternyata tidak mendapat untung.Belajar dari pengalaman Olimpiade 2004, strategi marketing Olimpiade 2008 pun disusun lebih awal. Mencari dan mengamankan deal sponsor wajib mereka lakukan. Alhasil, Beijing saat ini telah mengikat kesepakatan dengan 10 sponsor lokal dan 11 perusahaan dunia. "Kami melihat US$ 1 miliar dari sponsor sudah dipegang, tetapi masih banyak yang harus kami lakukan untuk bisa mendapat laba," ungkap Jiang Xiaoyu, salah satu ofisial Olimpiade 2008.Sebagai penyelenggara Olimpiade 1984, Los Angeles mencatat rekor laba tertinggi dengan mengantongi US$ 220 juta. Untuk bisa menyaingi hal itu sepertinya sangat disadari oleh Beijing. Mereka hanya memperkirakan bisa mendapat laba US$ 16 juta dari Olimpiade 2008, yang dibudgetkan akan menghabiskan dana US$ 2 miliar. (erk/)











































