Kemenpora Siap Bantu Sport Intelijen

Kemenpora Siap Bantu Sport Intelijen

- Sport
Jumat, 30 Des 2005 00:28 WIB
Jakarta - Dibentuknya sport intelijen oleh KONI Pusat disambut baik Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga. Mempora pun siap membantu intelijen olahraga itu menjelang digelarnya Asia Games 2006, Qatar.Seperti diketahui, permasalahan kurang mengetahui peta kekuatan lawan sepertinya menjadi bagian yang akan diperbaiki oleh KONI Pusat. Mereka pun membentuk kembali sport intelijen yang pernah ditinggalkan. Tugas sport intelijen yang diberikan KONI Pusat kepada masing-masing Pengurus Besar (PB), diyakini bisa membantu untuk mengintip kekuatan lawan menjelang Asian Games yang akan berlangsung di Qatar. Menanggapi langkah tersebut Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga yang saat ini dipimpin Adhyaksa Dault sangat menyetujuinya. Mereka siap memberi dukungan pada sport intelijen."Memang sport intelijen sangat dibutuhkan untuk memantau kekuatan lawan seperti apa. Kalau PB mau, kita ingin membantu memberikan bantuan informasi tentang kekuatan lawan. Kita akan cari tahu kekuatan lawan seperti apa, melalui beberapa informasi yang akan kita carikan melalui situs atau informasi lain," demikian pernyataan resmi Kemenpora yang diungkapkan Kepala Bagian Humas Menpora, Sriono SH, PB yang diberikan kewenangan oleh KONI Pusat untuk menjalankan fungsi sport Intelijen harus sungguh-sungguh dalam melakukan tugas itu. Mereka harus melakukan koordinasi intensif dengan berbagai elemen, dan tidak perlu malu untuk bertanya jika memang membutuhkan informasi tambahan.Khususnya untuk enam cabang yang memiliki peluang lolos ke Asian Games. Enam cabang itu adalah karate, taekwondo, layar, balap sepeda, bulutangkis dan voli pantai putra yang masing-masing mempunyai lawan dengan kriteria yang berbeda-beda.Cabang karate misalnya, bakal mendapatkan lawan berat dari Iran, Jepang dan Korea Selatan. Bulutangkis bakal mendapatkan perlawanan keras dari tim China, Korea dan Malaysia. Korea Selatan diperkirakan akan menjadi lawan terberat tim Indonesia, selain Uzbekhstan.Sedangkan balap sepeda lawan berat datang dari Korea Selatan, China, Usbekhstan dan Iran. Untuk layar, negara-negara tepi pantai diperkirakan akan jadi lawan berat. Hanya voli pantai putra yang masih di atas angin.Sport intelijen merupakan langkah awal bangkitnya olahraga Indonesia dari keterpurukan? (erk/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads