detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Rabu, 05 Agu 2020 13:15 WIB

Persaingan Bidding Olimpiade 2032 Kian Ketat, Indonesia Harus Bersiap

Mercy Raya - detikSport
TOKYO, JAPAN - JANUARY 21: The Olympic rings are seen outside the  New National Stadium in Tokyo on January 21, 2020 in Tokyo, Japan. (Photo by Clive Rose/Getty Images) Indonesia harus bersiap lebih serius untuk bidding Olimpiade 2032. (Foto: Getty Images/Clive Rose)
Jakarta -

Persaingan menjadi tuan rumah Olimpiade 2032 kian ketat usai Qatar juga mengajukan diri. Indonesia harus bersiap.

Qatar memastikan ikut bidding tuan rumah multievent terbesar empat tahunan itu. Niat mereka sudah disampaikan kepada International Olympic Committee (IOC), Senin awal pekan ini.

Pengajuan itu sekaligus menambah daftar negara pesaing Indonesia untuk memperebutkan jatah host multievent empat tahunan tersebut. Sebelumnya ada Australia, India, Korea bersatu, China, dan Jerman yang telah mengajukan.

Menyikapi itu, Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Raja Sapta Oktohari, meminta Indonesia segera mempersiapkan diri dalam bidding menjadi tuan rumah Olimpiade 2032.

"Kita harus semakin menunjukkan keseriusan menjadi tuan rumah," kata Okto dalam rilis yang diterima detikSport.

Mewujudkan itu, KOI sebut Okto, butuh dukungan besar dari pemerintah. Pasalnya, Indonesia sampai kini belum melakukan hal-hal yang signifikan dan berdampak pada kemulusan menjadi tuan rumah.

Terlebih, setelah adanya penundaan kunjungan ke markas IOC di Lausanne, Swiss, April lalu. Sejatinya, Okto bersama Presiden RI Joko Widodo akan melakukan lawatan ke sana, kemudian dibatalkan karena wabah COVID-19.

"Kita masih perlu menyamakan persepsi dengan seluruh masyarakat bangsa Indonesia bahwa kita mampu menjadi negara Asia Tenggara pertama menggelar Olimpiade," kata Okto.

"Kita juga harus bisa meyakinkan dunia bahwa sukses di Asian Games dan Asian Para Games 2018 menjadi bukti bahwa Indonesia mampu menjadi rumah yang baik nantinya. Ini akan mengubah wajah dan citra bangsa Indonesia di kancah olahraga dunia," dia menegaskan.



Simak Video "Budidaya Ikan Koi, Malang"
[Gambas:Video 20detik]
(mcy/cas)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com