detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Selasa, 08 Sep 2020 19:54 WIB

Borobudur Marathon 2020 Digelar Virtual

Eko Susanto - detikSport
Gajar Pranowo Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, di konferensi pers Borobudur Marathon 2020. (Foto: detikcom/Eko Susanto)
Magelang -

Borobudur Marathon 2020 tetap dilaksanakan di masa pandemi. Kali ini, peserta umum akan berlari secara virtual.

Dalam event Borobudur Marathon ini, para pelari nasional maupun internasional selalu ikut serta sebagai peserta. Bahkan para peserta sampai puluhan ribu yang ikut dalam Borobudur Marathon.

Namun demikian karena saat ini dalam situasi pandemi COVID-19, panitia tetap menggelar Borobudur Marathon 2020 dengan cara yang berbeda. Pelari elite nasional dan internasional yang diundang panitia atas rekomendasi dari PB PASI.

Kemudian, untuk peserta umum melakukan lari secara virtual. Adapun yang berlari langsung di race Borobudur Marathon 2020 hanya 30 sampai 40 peserta.

Untuk Borobudur Marathon 2020 bakal dilangsungkan, Minggu (15/11). Sekalipun peserta umum mengikuti secara virtual, untuk kategori dilombakan meliputi 10K, half marathon, full marathon dan friendship run.

"Harapan saya, eventnya tetap ada. Semangat para pelari tidak terputus. Panitia, terima kasih karena waktu itu berpikir Borobudur Marathon ditiadakan, tetapi setelah diskusi panjang, semua punya ide brilian dan ada solusi. Pelarinya diundang secara khusus, publik turut serta dengan cara virtual, sedikit agak berbeda karena pandemi Borobudur Marathon tak pernah berhenti di pandemi meskipun peserta dibagi dua, saat lari dan virtual," kata Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, dalam jumpa pers Borobubur Marathon 2020 secara virtual melalui aplikasi Zoom, Selasa (8/9/2020).

Pemprov Jateng, kata Ganjar, memberikan suport terhadap pelaksanaan Borobudur Marathon 2020. Hal ini mengingat, semenjak adanya pandemi COVID-19 pada bulan Maret, semua event dievaluasi ulang pelaksanaannya termasuk juga kegiatan Borobudur Marathon. Untuk itu, pihaknya memberikan PR agar dilaksanakan dengan menerapkan protokol yang ada.

"Begitu bulan Maret terjadi COVID-19, kita berpikir semua, seluruh sektor, pariwisatanya iya. Cerita olahraganya juga, tentu saja berbagai event kita evaluasi ulang salah satunya Borobudur Marathon. Kita melihat event-event internasional sebagian besar dibatalkan. Maka kasih PR saat itu dengan kawan-kawan bagaimana caranya ini tetap berjalan dan protokol tetap dipegang. Orang masih bisa menikmati dan mengikuti memeriahkan Borobudur Marathon meskipun dalam situasi yang lain. Kita suport dan siapkan," ujar Ganjar.

Ganjar menambahkan, sebelum dilangsungkan nantinya akan dilakukan simulasi terlebih dahulu. Kemudian pelaksanaan jelas berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.

"Persiapannya berbeda dengan tahun lalu. Kita buatkan simulasi. 'Jika terjadi begini akan tahu yang bisa dilakukan'. Kita coba melakukan mitigasi, race internasional dilaksanakan dengan baik. Keamanan secara protokol kesehatan disiapkan baik, kita akan menyupervisi," tuturnya.

Sementara itu, Sekjen PB PASI Tigor Tanjung mengatakan, PASI sebagai induk cabang olahraga atletik ada beberapa hal positif dari Borobudur Marathon sekalipun dikelilingi pandemi. Pertama, dengan diselenggarakan Borobudur Marathon 2020 apapun bentuknya ini membuat gaung kompetisi olahraga atletik tetap hidup.

"Hal positif pertama, dengan diselenggarakan Borobudur Marathon apapun bentuknya, dengan pola hybrid atau apapun ini membuat gaung kompetisi olahraga atletik tetap hidup. Karena kita tahu banyak olahraga atletik yang dibatalkan, diundur sehingga dengan Borobudur Marathon gaung kompetisi berlomba tetap ada," katanya.

Kemudian yang kedua, kata dia, melalui Borobudur Marathon menjadi kesempatan atlet nasional atau elite daerah menjajal kemampuan mereka bertanding. Hal ini karena sekarang tidak ada kompetisi.

"Positif kedua melalui Borobudur Marathon menjadi kesempatan atlet nasional atau elit daerah menjajal kemampuan mereka bertanding. Karena tidak ada kompetisi sekarang. Borobudur Marathon menjadi tempat atlet bertanding menguji kemampuan," ujarnya.

Pihaknya, juga memberikan apresiasi yang terlibat dalam Borobudur Marathon karena tidak banyak event mendapatkan rekomendasi dari PB PASI.

"Ketiga apresiasi siapapun yang terlibat di Borobudur Marathon karena tak banyak event yang mendapatkan rekomendasi dari PB PASI. Bagaimana mewujudkan Borobudur Marathon dengan menyiasati situasi pandemi," kata dia lagi.



Simak Video "Ridwan Kamil Akui Bertemu Ganjar, Ini Penjelasan Lengkapnya"
[Gambas:Video 20detik]
(cas/bay)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com