detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Rabu, 09 Sep 2020 18:10 WIB

Selain Peralatan, Menpora Sebut EO Olahraga Industri Menjanjikan

Deden Gunawan - detikSport
Menpora Zainudin Amali Menpora Zainudin Amali. (Foto: Fuad Hasim)
Jakarta -

Satu dari tiga tema yang diusung dalam peringatan Hari Olahraga Nasional ke-37 pada 9 September ini adalah memadukan olahraga dengan industri atau menjadikan olahraga itu sendiri sebagai sebuah industri mandiri.

Dalam beberapa tahun terakhir, pertumbuhan industri olahraga di Indonesia, khususnya untuk peralatan dan perlengkapannya menunjukkan performa cukup baik. Kontribusi terbesar sepertinya dari cabang olahraga prestasi favorit seperti sepak bola, bulu tangkis, dan basket.

"Sayangnya sebagian masyarakat kita masih cenderung merasa lebih bergengsi kalau menggunakan produk atau merek luar negeri," kata Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali kepada detik.com di kantornya, Senin (7/9/2020).

Akibatnya, ada sejumlah produk yang bahan baku dan proses produksinya di Indonesia tapi kemudian dikirim ke luar negeri dan diberi label asing, lalu diimpor kembali ke Indonesia dengan harga lebih tinggi.

Di pihak lain, Zainudin melihat masih perlunya para pelaku industri olahraga berkomunikasi dengan berbagai federasi olahraga dunia. Sebab mereka lah yang menentukan standar aturan terkait produk atau perlengkapan olahraga.

Peluang lain yang masih terbuka lebar terkait industri olahraga adalah penyelenggara acara (event organizer / EO). Untuk penyelenggaraan konser-konser musik sudah banyak pelaku usaha yang menekuninya kecuali di bidang olahraga.

"Sukses Asian Games 2018 itu EO utamanya didatangkan dari luar karena mereka sudah berpengalaman dan punya berbagai perlengkapan yang dibutuhkan," kata Zainudin.

Sukses tersebut idealnya menjadi ajang pelatihan dan pembelajaran bagi para pengusaha di tanah air untuk mau menekuni EO olahraga. "Ke depan kita akan ada PON (di Papua) masak harus mendatangkan dari luar lagi?," ujarnya.

Selain itu tahun depan Indonesia juga akan menjadi tuan rumah ajang Moto GP 2021 di Lombok, balap Formula E di Jakarta, dan Piala Dunia Sepak Bola U-20 pada Mei - Juni 2021. Berbagai ajang tersebut kiranya dapat menjadi momentum bersama untuk mengembangkan industri olahraga Indonesia. Potensinya sangat besar untuk sumbangsih terhadap ekonomi nasional.

Swiss yang sebelumnya cuma dikenal dengan cokelat dan jam tangan, kini industri olahraganya cukup signifikan membantu pereknomian negeri itu. Menteri Urusan Olahraga Viola Amherd mengungkapkan, 1,7% dari GDP Swiss terkait langsung dengan dunia olahraga. Sektor ini juga pada saat yang sama ikut mengerek pendapatan di bidang leisure dan kesehatan.

"Singkat kata, olahraga memainkan peran sentral dalam masyarakat kami, sudah menjadi budaya," ujarnya kepada Swissinfo.ch pertengahan Mei lalu.



Simak Video "Indonesia Bidik Wisata Olahraga Sebagai Sumber Devisa Baru"
[Gambas:Video 20detik]
(ddg/yna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com