detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Selasa, 27 Okt 2020 12:29 WIB

Karena Khabib Tak Mau Menyiksa Justin Gaethje

Afif Farhan - detikSport
ABU DHABI, UNITED ARAB EMIRATES - OCTOBER 25: In this handout image provided by UFC, (R-L) Justin Gaethje kicks Khabib Nurmagomedov of Russia in their lightweight title bout during the UFC 254 event on October 25, 2020 on UFC Fight Island, Abu Dhabi, United Arab Emirates. (Photo by Josh Hedges/Zuffa LLC via Getty Images) Karena Khabib Tak Mau Menyiksa Justin Gaethje (Zuffa LLC via Getty Images/Handout)
Abu Dhabi -

Ada fakta menarik soal kemenangan Khabib Nurmagomedov vs Justin Gaethje. Khabib cepat-cepat menyelesaikan duel, karena tak mau menyiksa Justin di depan orang tuanya.

UFC 254 menjadi panggung terakhir Khabib Nurmagomedov di dunia tarung bebas pada Minggu (25/10) di Fight Island, Abu Dhabi. Khabib mempertahankan sabuk juara kelas ringan kontra juara interm, Justin Gaethje.

Justin Gaethje mampu memberikan pertarungan atas yang sengit. Di ronde pertama, bahkan 'The Highlight' menang angka.

Tapi di babak kedua' The Eagle' menuntaskan dengan cepat. Khabib Nurmagomedov melakukan triangle choke, mengunci leher Justin dengan kakinya, dan membuat Justin menyerah.

Di ronde kedua 1 menit 34 detik, Khabib Nurmagomedov memenangi pertandingan. Khabib mempertahankan sabuknya dan setelahnya menyatakan pensiun dengan rekor kemenangan 29-0.

[Gambas:Instagram]




Dilansir dari ESPN, Khabib Nurmagomedov mengalahkan Justin Gaethje begitu cepat. Bahkan kemenangan itu menjadi rekor tercepatnya dalam menyelesaikan pertarungan di sepanjang kariernya!

Rekan Khabib Nurmagomedov, Daniel Cormier mengungkapkan fakta menarik. Dia menyebut alasan Khabib menuntaskan Justin begitu cepat.

"Khabib tidak mau menyiksa Justin Gaethje, apalagi di depan orang tua Justin," kata Cormier.

"Justin adalah petarung yang hebat dan tidak akan mudah menyerah. Maka kalau Khabib mengambil tangannya dan melakukan kuncian, tangan Justin bisa patah," lanjutnya.

Khabib Nurmagomedov dan Justin Gaethje pun merupakan teman baik. Tahun 2016, Justin pernah membantu Khabib untuk menurunkan berat badan.

Mereka berdua juga berada dalam satu manajemen yang sama yakni Dominance MMA Management yang dikomandoi oleh Ali Abdelaziz.

Kedua petarung juga begitu respek sebelum dan sesudah laga. Justin pun sempat merangkul Khabib, kala 'The Eagle' menangis.



"Khabib memegang janjinya untuk tidak menyiksa Justin di hadapan orang tuanya. Itu gila kan?" ujar Cormier.

"Jadi dia menyelesaikan dengan triangle choke yang membuat Justin cepat 'tertidur'," tutupnya.

(aff/krs)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com