detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Sabtu, 31 Okt 2020 08:17 WIB

Dikritik Usai Kecam Macron, Khabib Nurmagomedov Diingatkan Ajaran Al-Qur'an

Yanu Arifin - detikSport
Dagestan -

Khabib Nurmagomedov mengecam Presiden Prancis, Emmanuele Macron. Petarung yang baru saja pensiun dari UFC itu lantas dikritik, dan diingatkan ajaran Al-Quran.

Khabib memajang wajah Macron diinjak lewat media sosialnya, sebagai protes atas pernyataan Presiden Prancis itu. Sebelumnya Macron dianggap telah menghina agama Islam.

Orang nomor satu di Prancis itu dinilai membela nilai-nilai sekuler Prancis dan tidak melarang majalah satire Charlie Hebdo menerbitkan kartun Nabi Muhammad.

Selain 'membela' kartun dan karikatur Nabi Muhammad, Macron juga merencakan aturan baru untuk memerangi "separatisme Islam". Ia juga menilai, Islam justru menciptakan budaya yang menolak nilai-nilai, adat, dan hukum di Prancis.

Atas dasar itu, Khabib turut marah. Petarung yang juga beragama muslim itu mengunggah wajah Macron diinjak, dan menyeratakan kutipan ayat suci Alquran sebagai rujukannya.

"Semoga Yang Mahakuasa menodai wajah sampah ini dan semua pengikutnya, yang di bawah slogan kebebasan berbicaranya, telah menyinggung perasaan lebih dari satu setengah miliar umat Muslim. Semoga Yang Mahakuasa mempermalukan mereka di kehidupan ini, dan di kehidupan selanjutnya. Allah cepat dalam perhitungan dan Anda akan melihatnya," tulis Khabib di Instagram..

Sikap Khabib rupanya membuatnya juga kena kritik. Selebritis dan mantan calon presiden Rusia, Ksenia Sobchak, mengingatkan bahwa sikap Khabib malah bisa memicu kekerasan yang lebih tinggi lagi.

"Khabib, Anda adalah pahlawan bagi banyak anak muda di Rusia yang memperlakukan Anda sebagai panutan. Baru-baru ini, Anda membuat banyak orang Rusia bangga dengan negaranya karena kemenangan Anda," tulis Sobchak di kolom komentar unggahan Khabib di Instagram.

"Saya menghormati pengabdian agama Anda. Anda punya hak untuk percaya dan mencintai siapa pun yang Anda inginkan. Tapi, bukankah menurut Anda komentar Anda baru-baru ini yang ditujukan kepada presiden Prancis dapat ditafsirkan sebagai hasutan kekerasan terhadap Macron?"

"Dia [Macron] tidak pernah berbicara menentang Muslim. Dia hanya mengutuk radikalisme Islam, dan teroris yang melakukan pembunuhan, yang dianggap sebagai dosa besar di dalam Alquran, bukan?"

"Saya ingin tahu, apakah mungkin Anda bisa mengungkapkan pendapat dengan cara yang kurang agresif dan lebih bersahabat? Kita semua adalah orang tanpa memandang agama dan budaya. Bukankah mungkin hidup damai terlepas dari keyakinan dan keyakinan kita?" imbuhnya.

(yna/adp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com