detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Senin, 02 Nov 2020 13:15 WIB

Pelatnas Karate Menuju Olimpiade Tunggu Kucuran Dana Kemenpora

Mercy Raya - detikSport
Kepala pelatih pelatnas karate, Gusti. Pelatih pelatnas karate, Gusti, menyebutkan pihaknya menunggu kucuran dana dari Kemenpora. (Foto: dok.Istimewa)
Jakarta -

Pemusatan latihan nasional karate menuju Olimpiade Tokyo belum bisa digelar. Induk cabang olahraga beladiri itu tunggu kucuran dana dari Kemenpora.

Karate semula akan memulai latihan untuk persiapan Olimpiade pada Maret lalu dengan beberapa lokasi alternatif. Dari mulai Mabes TNI di Jakarta, Kalimantan Timur, Jawa Timur, hingga Bali.

Namun dana yang belum cair, ditambah pandemi Corona yang berkepanjangan, sehingga rencana tersebut urung terlaksana.

Menyoal itu, Bidang Pembinaan Prestasi Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI), dan pelatih berencana melakukan pertemuan dengan Kemenpora pada Senin (2/11) sore untuk membahas persiapan dan anggaran.

Sebab, sebelumnya FORKI telah mengajukan proposal anggaran sebelumnya untuk pelatnas karate menuju Olimpiade Tokyo. Tapi berapa jumlah anggaran yang diajukan tak bisa diungkap detail karena belum ada kesepakatan.

"Jadi sekaligus bicara dan paparan ke Kemenpora karena dana kan dari sana. Nanti setelah itu mungkin satu dua hari atau seminggu baru (tanda tangan) MoU. Karena tergantung mereka (Kemenpora) juga," kata pelatih kepala pelatnas karate Gusti kepada detikSport.

"Tapi untuk atletnya kami rencananya memasukkan sekitar 22 atlet. Atlet putri ada lima kelas (50kg, 55kg, +61kg, +68kg, dan-68kg), begitu dengan putra enam kelas (kelas 61kg, 55kg, 67kg, 75kg, -84kg, 60 kg, dan +84kg). Belum termasuk nomor kata beregu dan perorangan putra dan putri," ujarnya.

Terkait itu, Gusti juga berencana untuk mengirim atletnya mengikuti Karate 2020 Qualification tournament yang ditunda hingga 2021.

"Awalnya kualifikasi direncanakan bergulir Mei kemudian mundur sampai Juli karena virus Corona. Tapi kemudian dibatalkan sampai tahun depan, waktunya belum diketahui," dia menjelaskan.

"Atlet kami memang belum ada yang lolos. Tapi kans untuk raih tiket di kejuaraan kualifikasi itu besar karena mempertandingkan semua nomor. Cuma untuk potensi atlet lebih besar di nomor kata perorangan putra yaitu Ahmad Zigi," ungkap Gusti.

Karate salah satu cabor yang akan dipertandingkan pertama kali di Olimpiade Tokyo pada 23 Juli-8 Agustus 2021. Selain karate, empat cabang olahraga baru yang juga bergabung ialah baseball/softball, skateboard, sports climbing, dan surfing.



Simak Video "Digelar Tahun Depan, Atlet-Penonton Olimpiade Tokyo Perlu Divaksinasi"
[Gambas:Video 20detik]
(mcy/cas)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com