Nanda Butuh Pendamping

Nanda Butuh Pendamping

- Sport
Senin, 23 Jan 2006 19:01 WIB
Nanda Butuh Pendamping
Jakarta - Kehadiran tim Indonesia dengan pembalapnya Ananda Micola di ajang A1GP merupakan terobosan dalam olahraga motorsport di Indonesia. Namun Nanda diharapkan tidak berjuang sendirian.Demikian diungkapkan mantan pembalap nasional Chandra Alim dan Alex Asmasoebrata dalam konfrensi pers menjelang Gudang Garam A1 Grand Prix Indonesia yang akan digelar 10-12 Februari 2006.Menurut Chandra, pembalap pendamping diperlukan untuk memback-up Ananda pada kompetisi yang sifatnya one make race ini. "Dalam one make race, yang dirasakan oleh pembalap langsung dikasih tahu kepada teknisi sebagai masukan. Kalau berdua, seting kendaraan akan menjadi lebih cepat," terangnya.Sementara itu Alex yang memiliki pemikiran serupa, menyadari bahwa tidak mudah menelurkan pembalap yang memiliki standar seperti Nanda. Sebab untuk pembalap sekelas A1, para pembalap harus memiliki pengalaman dibeberapa bidang kompetisi. Selain itu mereka juga harus memiliki lisensi khusus. "Dalam dunia balap memang ada jenjang. Kalau sudah begitu, kita serahkan kepada sponsor." Para pengamat sepakat bahwa tahun ini tidak mungkin dipaksakan ada dua pembalap di tim A1GP Indonesia. Tetapi untuk tahun depan kemungkinan itu tetap terbuka."Pembalap yang pernah tampil di formula kan sudah ada seperti Moreno, Alexandra dan Nanda sendiri. Tetapi selain mereka ada juga pembalap-pembalap yang potensial yang sudah pernah ikut formula. Oleh karena itu saya ingin mengajak mereka ke Formula Renault di Cina. Itu murah kok," ungkapnya.Ananda sendiri menyambut baik usulan tersebut. Saat ditanya nama pembalap yang pantas mendampinginya di tim A1GP Indonesia, ia menyebut satu nama. "Kalau sekarang saya pikir paling-paling ya adik saya sendiri, Moreno. Ini cuma karena lisensi lho, untuk membalap di sini mereka harus siap segalanya," kata Ananda.Sedangkan pihak IMI (Ikatan Motorsport Indonesia) mengatakan siap membantu. Untuk sekarang yang bisa mereka lakukan adalah mengurus lisensi. "Mengurus lisensi itu kan tidak mudah," kata Sekjen IMI Ari Hutabarat."Mereka harus melewati beberapa jenjang. Mereka juga harus punya CV (curriculum vitae-red) yang meyakinkan. Yang pasti mereka harus lulus persyaratan yang diberikan A1GP Indonesia dan A1 Internasional. Tetapi kita siap membantu," yakinnya.Sumber foto: (A1GP). (lom/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads