Basket dan Judo Terima Dana untuk Gelar Pelatnas 2020

Mercy Raya - Sport
Rabu, 25 Nov 2020 15:40 WIB
Kemenpora, Pelatnas
Foto: Dok. Kemenpora
Jakarta -

Dua cabang olahraga, basket dan judo, menerima dana pelatnas 2020 dari Kemenpora. Berapa jumlah dana yang ditujukan buat persiapan SEA Games tahun depan itu?

Perjanjian kerja sama antara Kemenpora, yang diwakili PPK PPON Kemenpora Yayan Rubaeni, dengan Ketua Umum PP Perbasi Danny Kosasih dan Sekretaris Jenderal PB PJSI Bachtiar Utomo, berlangsung di Wisma Kemenpora, Senayan, Rabu (25/11/2020).

Kedua cabor mendapatkan anggaran dalam jumlah yang berbeda menyesuaikan dengan hasil review proposal yang telah diajukan. Judo mendapatkan dana sekitar Rp 1,2 miliar dari usulan awal Rp 36,7 miliar. Jumlah itu untuk mengakomodasi 20 atlet, 4 pelatih, dan 4 tenaga pendukung.

Sedangkan cabor basket mendapatkan anggaran Rp 1,8 miliar dari pengajuan awal Rp 2,4 miliar. Anggaran untuk mendukung kebutuhan 12 atlet, 4 pelatih, dan tujuh tenaga pendukung.

Menpora Zainudin Amali yang hadir dalam kegiatan tersebut berharap bantuan fasilitasi pelatnas yang diberikan bisa dimanfaatkan dengan oleh cabor. Selain itu, dia juga meminta agar cabor jangan berkecil hati karena tidak sesuai dengan usulan.

"Ini adalah kesekian kalinya penandatanganan fasilitasi dengan cabor. Berkali-kali juga disampaikan bahwa semua dibuat transparan dan ada proses review oleh tim akademisi dan praktisi," kata Amali mengawali sambutannya.

"Usulan anggaran memang tidak semua disetujui karena waktunya sudah sangat pendek. November tahun ini hampir berakhir lalu Desember. Jadi jangan berkecil hati, kok saya dipenuhinya seperti ini, tapi memang anggaran berakhir tiap tahun," ujarnya.

Terkait itu, menteri asal Gorontalo ini, meminta cabor untuk segera menyiapkan proposal anggaran untuk pelatnas tahun depan agar dapat langsung diverifikasi oleh tim Deputi IV Kemenpora.

"Jadi monggo disiapkan untuk pelatnas 2021. Sepanjang bisa dipertanggungjawabkan dan target yang dicanangkan (tepat) insya Allah kami tidak menghambat," ucapnya.

Tak hanya itu, politikus Golkar ini juga berjanji tak akan meninggalkan cabor sendirian dalam menyusun anggaran yang dibutuhkan berikut pertanggungjawabannya.

Hal ini tak lepas dari tugas cabor yang bercabang. Tidak hanya mengurusi administrasi tapi ada pembinaan atlet yang sama pentingnya.

"Makanya saya apresiasi kepada Deputi IV melakukan pendampingan ke cabor. Kalau cabor kesulitan dibantu, jangan biarkan cabor berbuat salah, kemudian di ujung baru ditegur. Kita tahu cabor itu mengurus pembinaan juga. Tapi karena ini menggunakan APBN jadi harus dipertanggungjawabkan," dia menjelaskan.

"Semoga dengan sekarang ini dilakukan secara transparan dan akuntable kita terhindar dari temuan BPK. Terus terang ini pekerjaan berat tapi mohon dukungan dari seluruh pimpinan cabor," imbaunya.

(mcy/krs)