detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Jumat, 22 Jan 2021 19:20 WIB

Dustin Poirier: Selamanya Underdog, Senantiasa Berbahaya

Afif Farhan - detikSport
Dustin Poirier Dustin Poirier: Selamanya Underdog, Senantiasa Berbahaya (Instagram/dustinpoirier)
Abu Dhabi -

Dustin Poirier bangga menyebut dirinya sebagai underdog di UFC. Walau begitu, penampilan 'The Diamond' di dalam octagon selalu berbahaya!

UFC 257 menyuguhkan duel Dustin Poirier vs Conor McGregor sebagai sajian utama di Fight Island, Abu Dhabi pada Minggu (24/1). Di co-event, ada duel Dan Hooker yang menempati peringkat keenam kelas ringan UFC menghadapi pendatang baru, Michael Chandler.

Dustin Poirier sementara menempati peringkat kedua di kelas ringan UFC. Unggul di atas Conor McGregor yang menempati peringkat keempat.

"Apalah arti peringkat. Saya tahu rasanya bertarung di dalam octagon dan itu hanya bergantung kepada diri sendiri," kata Poirier kepada BT Sport.

Dustin Poirier punya rekor kemenangan 26-6. Dirinya pertama kali terjun ke UFC di tahun 2011, yang pernah menjajal kelas lightweight dan featherweight.

Poirier merupakan tipe petarung striker. Keahlian utamanya adalah bertinju dengan footwork yang aduhai. 12 kemenangan KO sudah diraihnya

ATLANTA, GEORGIA - APRIL 13: Dustin Poirier punches Max Holloway during the UFC 236 event at State Farm Arena on April 13, 2019 in Atlanta, Georgia. (Photo by Logan Riely/Getty Images)Dustin Poirier (kanan) (Logan Riely/Getty Images)

Dustin Poirier tidak banyak mencuri perhatian. 'The Diamond' selalu terlihat kalem tanpa banyak omong kala sesi jumpa pers atau di kala face off.

Malah, Poirier selalu bangga menyebut dirinya sebagai underdog. Lho, mengapa?

"Saya selalu dinilai underdog ketika bertanding. Saya tidak diunggulkan, tapi saya justru menyukai hal itu dan tidak mau mengubahnya," tegas Poirier.

"Saya pun selalu merasa bukan siapa-siapa. Namun karena itulah, saya selalu serius dan fokus di tiap duel," tambahnya.

Dustin Poirier pernah mengalahkan nama-nama besar seperti Max Holloway, Diego Ferreira, Anthony Pettis, Eddie Alvarez, dan Justin Gaethje. Pertarungan terakhirnya di tahun 2020 kemarin adalah memenangi duel kontra Dan Hooker.

Sabuk juara interm kelas ringan menjadi pencapaian tertinggi Dustin Poirier di UFC, yang didapatinya di tahun 2019.

"Pertarungan ini adalah untuk membuktikan diri saya. Saya masih terus berjuang untuk mendapatkan gelar juara," tambahnya.



Kini Dustin Poirier kembali jadi underdog. Bisakah dirinya kembali ke puncak merebut sabuk juara kelas ringan dan membalaskan dendam kepada Conor Mcgregor yang pernah mengalahkannya di tahun 2014 silam?

(aff/cas)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com