Soal Leni Haini, Kemenpora Juga Komunikasi dengan BPJS

Mercy Raya - Sport
Senin, 15 Feb 2021 20:10 WIB
Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga (Sesmenpora) Gatot S Dewa Broto memebrikan keterangan usai memimpin rapat perdana koordinasi pelaksanaan mengenai Peraturan Presiden (Perpres) tentang peningkatan prestasi olahraga nasional di Gedung Kemenpora, Kamis (19/10/2017). Sesmenpora Gatot Dewa Broto mengungkapkan, peran Satlak Prima sementara ini akan diambil alih oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). Rapat perdana ini dihadiri oleh Ketua Umum KONI Pusat, Tono Suratman, Ketua Indonesia Olympians Association (IOA) Richard Sam Bera, serta Deputi Kemenpora.
Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga (Sesmenpora) Gatot S Dewa Broto. (Foto: Rengga Sancaya)

Kasus Leni Haini hanya salah satu dari sekian banyak eks atlet yang pernah berencana atau menjual medali emasnya karena kebutuhan biaya.

Agar tak terulang di kemudian hari, Gatot menyebut Kemenpora sudah berencana untuk mengusulkan agar masalah kesejahteraan atlet di masa tua bisa dimasukkan dalam UU SKN tahun 2005.

Perlu diketahui, DPR melalui Komisi X telah mengagendakan revisi UU SKN yang diundangkan sejak 2005 guna memperbaiki sistem keolahragaan Indonesia.

"Akan lebih elok jika itu masuk di revisi UU SKN. Payung hukum yang paling cantik di UU SKN karena salah satu kepedulian anggota dewan itu tentang kesejahteraan atlet. Kalau masih aktif gimana, jika sudah tidak aktif lagi bagaimana? Kalau tidak dilematis. Karena bila ambil dari uang negara bisa jadi temuan," dia mengungkapkan.

Sejauh ini, kata Gatot, tentang kesejahteraan atlet akan otomatis jadi pembahasan. "Termasuk. Tapi pembahasan dengan DPR belum mulai. Tapi sudah diusulkan? Itu otomatis akan bergulir saat pembahasan," katanya.

Saksikan juga 'Indonesia Bidik Wisata Olahraga Sebagai Sumber Devisa Baru':

[Gambas:Video 20detik]




(mcy/krs)