Gara-gara Tikus, Ruang PB Forki di Gedung KONI Terbakar

Gara-gara Tikus, Ruang PB Forki di Gedung KONI Terbakar

- Sport
Rabu, 22 Feb 2006 09:17 WIB
Jakarta - Kebakaran di Gedung KONI Pusat di bilangan Senayan ternyata hanya menghanguskan ruangan Pengurus Besar Federasi Olahraga Karatedo Indonesia (PB Forki). Semua gara-gara gigitan tikus. Seperti diberitakan sebelumnya, si jago merah mengamuk di lantai 8 Gedung KONI Pusat yang terletak di Jl. Pintu satu, Senayan, Jakarta.Api yang melalap gedung ini diduga terjadi sekitar pukul 01.30 WIB, Rabu (22/2/2006). Kebakaran yang berlangsung sekitar 1 jam itu diperkirakan menghanguskan 5 ruangan di lantai 8.Namun dari keterangan yang diperoleh detiksport, ternyata hanya satu ruangan saja yang hangus terbakar. Ruangan tersebut merupakan ruang kerja Pengurus Besar Federasi Olahraga Karatedo Indonesia (PB Forki)."Tidak sampai hangus semua kok di lantai 8, cuma ruang PB Forki saja. Saya sendiri belum lihat ruangannya karena masih dipasangan police line," ujar Indari, staff Humas Badan Pengelola Gelora Bung Karno Senayan.Dituturkan Indari, kebakaran ini sudah diketahui penyebabnya. Akibat korsleting pada kabel kulkas yang digigit tikus."Korsleting itu gara-gara tikus. Mereka gigitin kabel kulkas yang ada di ruang Forki. Saya sendiri juga belum bisa menaksir kerugiannya," tukas Indari.Yang merugikan saat ini menurut Indari justru akibat kebakaran itu semua lift dimatikan. Alhasil ia pun harus mencapai kantornya yang berada di lantai 6 dengan menaiki tangga."Waduh mbak, gara-gara kebakaran saya harus naik tangga ke lantai 6. Lift semuanya dimatikan. Mau tidak mau semua pegawai harus naik tangga," katanya. Sementara itu pihak KONI yang dihubungi mengaku belum mengetahui secara persis peristiwa tersebut. Sebab sebagian besar jajaran KONI tengah berada di Bali untuk mengikuti Raparnas KONI 2006. "Wah, kita juga belum tahu karena itu kan bukan gedung milik KONI, tetapi milik GBK Senayan. Coba tanya pihak mereka, karena kita di Bali semua sedang Raparnas," tandas staff Humas KONI, Firmansyah Gindo. (erk/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads