Respons Kemenpora Soal Perubahan Status Aprilia Manganang

Mercy Raya - Sport
Selasa, 09 Mar 2021 21:36 WIB
Pebola voli Indonesia Aprilia Manganang melepaskan smash dalam pertandingan babak penyisihan grup A bola voli putri Asian Games 2018 melawan Thailand di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Senin (27/8). Indonesia kalah 1-3. ANTARA FOTO/INASGOC/Nugroho Sejati/mos/18
Aprilia Manganang saat masih berkarier sebagai pevoli putri (Nugroho Sejati/ANTARA FOTO/INASGOC)
Jakarta -

Sekretaris Kemenpora Gatot S. Dewa Broto memberi respons soal perubahan status Aprilia Manganang yang kini menjadi laki-laki. Apa katanya?

Nama Aprilia menjadi pembicaraan usai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Andika Perkasa menggelar konferensi pers terkait Serda Aprilia Manganang yang disebut lahir sebagai laki-laki dengan kelainan hipospadia. TNI AD lantas membantu Manganang dalam melakukan corrective surgery sebanyak dua kali.

Manganang juga disebut tak ada pergantian secara fisik dari organ kelamin wanita menjadi pria. Manganang adalah laki-laki. Status itu rupanya telah diketahui oleh Sesmenpora. Ia tak kaget karena isu itu sudah sejak lama muncul

"Itu sebetulnya isu lama. Dulu kalau tak salah pada saat awal-awal kasus itu ramai. Sampai Manganang pernah diprotes panitia SEA Games. Tapi kemudian kami menyarankan dilakukan tes secara medis karena yang bisa menyelesaikan itu. Waktu itu sih tak ada persoalan," kata Gatot kepada detikSport, Selasa (9/3/2021).

"Kalau sekarang itu muncul. Pertama kami apresiasi Bapak KSAD sampai memberi perhatian. Itu nilai plus pertama. Kalau kemudian bagaimana keputusannya kalau aspek karier itu urusan TNI AD bukan kami. Tapi kami harus berpikir status mereka di olahraga karena dia ikut meraih medali pada saat SEA Games yang lalu. Itu perlu dirunut ulang," sambungnya.

Bukan tanpa alasan Gatot mengatakan demikian. Ibarat kasus doping hal ini bisa saja mempengaruhi pencapaian prestasi atlet. Untuk itu, perlu dilihat kembali aturan SEA Games charternya seperti apa.

"Itu kan tadi ada corrective surgery itu kapan dilakukan. Taruh lah setelah SEA Games Filipina seharusnya tak masalah tapi kalau sebelum Filipina tinggal dicari saja aturannya di SEA Games charter ada enggak yang menyangkut masalah itu."

"Karena ini sebagai perbandingan kalau didoping ekstrem. Contohnya yang berbuat doping itu atlet Rusia hanya berapa atlet. Tapi satu negara tak dapat event termasuk yang profesional. Kembali kalau aturan SEA Games charter kalau seperti transgender perlu ditoleransi atau tidak perlu dibaca lagi. Semoga tak seperti doping karena ekstrim banget," paparnya.

Aprilia Manganang sendiri memperkuat Indonesia sejak SEA Games 2015 Singapura. Saat itu statusnya pernah dipersoal oleh pihak Filipina. Tapi kemudian Aprilia bisa bertanding setelah protes Filipina ditolak oleh Komite Penyelenggara SEA Games 2015

Andai Aprilia saat itu benar merupakan laki-laki, maka tentu saja PBVSI turut andil. Soal itu, Gatot enggan berspekulasi.

"Kami tak ingin berandai-andai tapi poinnya itu kan masih perlu ditelusuri secara medis. Makanya langkah yang dilakukan Pak Andika itu benar. Benar enggak tidak double kelamin. Tapi ada juga kan kelamin wanita seperti laki-laki, atau sebaliknya. Yang bisa menjawab itu pertama harus dirujuk ke tim medis. Kami tak ingin berandai-andai," katanya.

"Belum (ada rencana memanggil PB PBVSI) karena kami anggap ini masih urusan PBVSI. Kecuali nanti ada SEA Games 2021 di Hanoi dia masuk di sana. Tak ada pilihan lain ibaratnya pekan depan bisa kami panggil PBVSI karena kamo tak ingin timbul kegaduhan," menyoal apakah Kemenpora berencana memanggil federasi bola voli.

"Tapi kalau (Aprilia Manganang) sudah pensiun, bukan berarti kami anggap remeh, saya anggap itu masih urursan internal mereka. Kenapa kami bisa ambil alih seandainya ikut di Hanoi karena anggarannya menggunakan kami juga di Pelatnas," tutup Gatot S Dewa Broto.

Simak video 'Alasan TNI AD Terima Aprilia Manganang Jadi Prajurit TNI':

[Gambas:Video 20detik]



(mcy/mrp)