detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Rabu, 17 Mar 2021 15:00 WIB

Soal Polemik Dewa Kipas, KONI Pusat Beri Pernyataan Ini

Mercy Raya - detikSport
BEVERWIJK, NETHERLANDS - JANUARY 27:  A detailed view of the board and pieces including the Queen, King, Knight, Bishop, Rook and Pawn during the 83rd Tata Steel Chess Tournament held in Dorpshuis De Moriaan on January 27, 2021 in Wijk aan Zee, Netherlands (Photo by Dean Mouhtaropoulos/Getty Images) KONI Pusat Komentari Polemik Dewa Kipas (Getty Images/Dean Mouhtaropoulos)
Jakarta -

KONI Pusat melalui Sekretaris Jenderal, Ade Lukman, mengomentari polemik Dewa Kipas alias Dadang Subur, yang ramai dibicarakan warganet hingga grand masters Irene Kharisma Sukandar.

Menurut Ade, pihaknya belum bisa memutuskan langkah dalam penyelesaian untuk meredam kisruh tersebut. Sebab, sampai kini KONI Pusat belum mendapat laporan baik lisan maupun tulisan dari kedua belah pihak terkait.

"Pertama kami akan kaji lebih dalam persoalannya seperti apa. Kami akan koordinasi dengan PB Percasi (Pengurus Besar Persatuan Catur Seluruh Indonesia) untuk mengetahui jelas duduk perkaranya. Setelah itu kami baru bisa memberikan saran dan solusi penyelesaiannya," kata Ade kepada detikSport, Rabu (17/3/2021).

"Jika ini terkait atlet tentu kami bisa beri bantuan. Ada BAORI juga untuk menyelesaikan persoalan olahraga," ujarnya.

"Tapi ini kan belum ada dan kami belum mengetahui apakah benar tidaknya adanya hal itu (kecurangan yang dilakukan Dewa Kipas)," dia menambahkan.

Meskipun belum mengetahui secara detail, Ade tak menepis sudah mendengar soal kabar tersebut melalui pembicaraan komunitas olahraga.

"Karena ini kan sudah ramai di medsos. Jadi untuk jemput bola panggil Percasi bisa saja. Tapi kami belum memberikan ranah apapun untuk kasus ini," dia menegaskan.

Dewa Kipas ramai menjadi perbincangan publik karena diduga bermain curang sehingga bisa menang atas Gotham Chess alias International Master (IMI) Levy Rozman di pertandingan catur daring di Chess.com.

Atas kejadian itu, Irene Kharisma Sukandar, ikut mengomentari dan bahkan sampai menulis surat terbuka dengam tembusan ke sejumlah pejabat terkait seperti Kemenpora, KONI, KOI, dan Percasi. di laman medsosnya. Dewa Kipas dinilai mencoreng nama baik dunia catur Indonesia.

Sejauh ini, detikSport sudah berupaya menghubungi Ketua Umum PB Percasi, Utut Adianto, Grand Master, tapi yang bersangkutan menolak memberi keterangan.

"Supaya pas telepon ke Irene Kharisma Sukandar Grandmaster Wanita," kata Utut dalam pesan singkat.

"Nanti saya kontak (Irene). Dia yang tahu persis dari awalnya," jawabnya merespons pernyataan detikSport, bahwa yang bersangkutan tak menjawab ketika dihubungi.

Lihat juga video 'Gadis Cilik Indonesia Jadi Juara Dunia Catur':

[Gambas:Video 20detik]



(mcy/aff)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com