Vaksinasi Dinilai Mampu Katrol Kepercayaan Diri Atlet Saat Bertanding

Yudistira Imandiar - Sport
Senin, 22 Mar 2021 20:58 WIB
Petugas kesehatan menyuntikkan vaksin COVID-19 kepada atlet, pelatih dan tenaga pendukung di Istora Senayan. Jakarta, Jumat, 26 Februari 2021. CNN Indonesia/Adhi Wicaksono
Foto: CNN Indonesia/Adhi Wicaksono
Jakarta -

Para atlet nasional telah mendapatkan dua kali injeksi vaksin COVID-19, yakni pemberian dosis pertama pada 26 Februari dan dosis kedua disuntikkan 13 Maret 2021. Pemberian vaksin untuk atlet dilakukan agar mereka siap untuk menghadapi berbagai kompetisi nasional dan internasional.

"Pada vaksin tahap kedua ini termasuk juga memprioritaskan para atlet dan tenaga pendukungnya dalam persiapan menghadapi kompetisi nasional maupun internasional yang membawa nama harum bagi bangsa," jelas Direktur Kesehatan Kerja dan Olahraga Kementerian Kesehatan dr. Riskiyana Sukandhi Putra dikutip dalam keterangan tertulis, Senin (22/3/2021).

Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga Gatot S. Dewa Broto mengungkapkan para atlet punya kontribusi yang sangat besar dalam memperkenalkan nama bangsa dan negara Indonesia. Prestasi mereka akan meningkatkan citra positif Indonesia di mata dunia.

"Mengutip Wakil Presiden, bendera dan lagu kebangsaan bisa didengarkan di luar negeri pada dua kesempatan, yang pertama pada saat kepala pemerintahan berkunjung ke negara lain, yang kedua adalah saat atlet berlaga di luar negeri dan memenangkan kejuaraan, atas dasar itulah atlet diberi prioritas mendapatkan vaksinasi," jelas Gatot.

"Di mata internasional Indonesia dinilai sudah bagus dalam memprioritaskan vaksinasi kepada atlet. Pengaruh vaksinasi atlet ini sangat besar sekali," sambung Gatot.

Ditambahkan Ketua Binpres Koni Pusat Doedie Gambiro, pemberian vaksin merupakan hal yang ditunggu para pelaku olahraga profesional. Sebab, ada banyak event olahraga yang bergulir tahun 2021. Vaksinasi untuk atlet dan tenaga pendukung akan mendukung kesuksesan event-event tersebut.

"Kita ketahui pada tanggal 20 Oktober sampai 4 November 2021 kita akan melaksanakan PON ke 20 di Papua, dan baru saja kita rapat bersama 34 KONI Provinsi di seluruh Indonesia, dan meminta seluruh atlet dan tenaga pendukung bisa divaksin segera," ungkap Doedie.

Ia mengulas pada PON ke 20 nanti hampir 7.000 atlet yang berlaga. Jika dihitung dengan official mereka, maka akan ada 10.000 kontingen yang akan berangkat ke Papua Oktober mendatang.

Doedie menambahkan dalam pertandingan olahraga, ada faktor psikologis yang dapat menentukan kemenangan atlet perseorangan maupun tim. Vaksinasi, kata dia, memberikan rasa nyaman, sehingga mereka bisa berlaga secara maksimal.

"Ini membuat percaya diri para atlet bertambah besar," imbuh Doedie.

Penyelenggaraan PON ke-20 di Papua nantinya akan membuktikan efektivitas pengendalian COVID-19 di Indonesia, melalui protokol kesehatan ketat dan vaksinasi.

"Ini justru bukan hambatan bagi kami tapi tantangan yang menarik, karena kami ingin menunjukkan PON di Papua bisa berlangsung sukses di walau dalam kondisi pandemi," cetus Doedie.



Simak Video "Vaksinasi Berbayar Dikritik, Kini Dibatalkan Jokowi"
[Gambas:Video 20detik]
(mul/ega)