Elon Musk Kini Urusi Roket dan Mobil Listrik, Nanti Jadi Bos UFC?

Kris Fathoni W - Sport
Kamis, 01 Apr 2021 18:50 WIB
Elon Musk founder, CEO, and chief engineer/designer of SpaceX speaks during a news conference after a Falcon 9 SpaceX rocket test flight to demonstrate the capsules emergency escape system at the Kennedy Space Center in Cape Canaveral, Fla., Sunday, Jan. 19, 2020. (AP Photo/John Raoux)
Elon Musk Kini Urusi Roket dan Mobil Listrik, Nanti Jadi Bos UFC? (Foto: AP)
Jakarta -

Ada rumor Elon Musk mungkin akan jadi bos baru UFC, tak lagi cuma mengurusi roket Starship atau mobil listrik Tesla yang sebelum ini identik dengan namanya.

Paling tidak begitulah jika merujuk pada laporan New York Post dan MMA Fighting. Disebutkan bahwa ada kemungkinan Elon Musk, yang juga CEO Tesla, bakal bergabung dengan jajaran direksi Endeavor yang juga memiliki mayoritas kepemilikan UFC.

Menurut laporan yang sama, Endeavor kini sudah membuka pembicaraan untuk mengambil alih UFC sepenuhnya -- dari saham 50,1 persen yang mereka miliki saat ini, menjelang rencana kembali melakukan IPO atau menjual sebagian sahamnya ke publik.

Sebagai bagian dari prospektus tersebut, Endeavor juga mengumumkan bahwa Elon Musk sudah masuk nominasi untuk jadi salah satu direksi perusahaan.

Endeavor menyebut Elon Musk, yang dikenal aktif di Twitter bahkan untuk membahas topik-topik kontroversial, sebagai sosok yang punya "latar belakang dan pengalaman profesional untuk menangani sebuah perusahaan publik" selain juga mengapresiasi rekam jejaknya "dalam memulai, menumbuhkan, dan mengintegrasikan lini-lini bisnis".

Di sisi lain, Endeavor juga menyadari bahwa sosok Elon Musk tidak lepas dari kontroversi. Semisal polemik siaran langsungya sedang mengisap ganja, atau cuitannya pada 7 Agustus 2018 soal keinginannya membawa Tesla sebagai perusahaan privat, yang menjadi perhatian regulator AS, termasuk badan pengawas pasar saham Amerika Serikat (SEC) dan Departemen Kehakiman.

Setelah berdamai dengan SEC pada bulan September, Musk dan Tesla diharuskan membayar penalti sebesar USD 20 juta. Selain itu, Musk juga harus mundur dari jabatannya sebagai chairman Tesla. Sesuai perjanjian tersebut, Tesla harus menunjuk chairman independen pada 13 November.

Namun, Endeavour menambahkan, "Tidak ada restriksi pada kemampuan Mr. Musk untuk menjalani tugas sebagai pejabat atau direktur di jajaran direksi perusahaan."

Sebelum ini, Endeavor sendiri juga sempat berencana untuk IPO pada 2019 lalu. Saat itu mereka membatalkan rencana tersebut melakukannya dengan alasan sepinya minat pasar dan kekhawatiran investor.

Terkait hubungan Endeavor dan UFC lebih lanjut, Sportskeeda juga mengklaim dalam laporannya bahwa lebih dari satu perempat laba Endeavor datang dari UFC.

(krs/aff)