Bamsoet Dorong Bela Diri Tarung Derajat Masuk ke Sea Games

Inkana Putri - Sport
Sabtu, 10 Apr 2021 11:48 WIB
Bambang Soesatyo
Foto: MPR
Jakarta -

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo resmi dikukuhkan sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Keluarga Olahraga Tarung Derajat (PB KODRAT) periode 2021-2025. Pengukuhan ini merupakan hasil Musyawarah Nasional Virtual keluarga besar Tarung Derajat, Kamis (8/4).

Bamsoet menyampaikan hal ini merupakan amanah untuk membuat Tarung Derajat mendunia. Pasalnya Tarung Derajat lahir dari kreasi anak bangsa Guru Haji Achmad Dradjat (AA Boxer) dan menjadi anggota Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) sejak tahun 1997.

Sejak tahun 2000, Tarung Derajat juga terlibat di Pekan Olahraga Nasional (PON) dan dipertandingkan di Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS) dan Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNAS).

"Kini tugas kitalah melebarkan sayap Tarung Derajat agar semakin mendunia. Salah satunya memperjuangkan agar Tarung Derajat turut dipertandingkan pada Sea Games XXXII tahun 2023 di Kamboja. Setelah sebelumnya pada Sea Games 2017 di Malaysia, Sea Games 2019 di Philipina, dan Sea Games 2021 di Vietnam, Tarung Derajat belum berhasil masuk sebagai cabang olahraga yang dipertandingkan," ujar Bamsoet dalam keterangannya, (10/4//21).

Ketua DPR RI ke-20 ini menambahkan para petarung Tarung Derajat juga memiliki semboyan mendalam, yakni 'Aku Ramah Bukan Berarti Takut. Aku Tunduk Bukan Berarti Taklukmakna'. Menurutnya, ini berarti menekuni olahraga dan seni bela diri Tarung Derajat bukan untuk ajang gagah-gagahan, melainkan untuk menjaga kehormatan diri, bangsa dan negara.

"Tak heran jika Tarung Derajat digunakan sebagai beladiri resmi anggota TNI dan Polri. Bahkan juga masuk dalam kurikulum resmi Taruna Sekolah Tinggi Ilmu Intelijen Negara (STIN) dan kehebatannya sempat didemonstrasikan saat kelulusan dan inagurasi STIN yang dihadiri Saya sendiri sebagai Ketua MPR, Ketua DPR Ibu Puan Maharani, Kepala BIN Budi Gunawan, Menpan RB Tjahyo Kumolo, Seskap Pramono Anung, Mantan Kepala BIN Hendro Priyono dan Ketua Komisi I DPR Meutya Hafidz," katanya.

Bamoset juga menjelaskan untuk membuat Tarung Derajat semakin mendunia, perlu dilakukan penguatan organisasi mulai dari tingkat pusat sampai provinsi. Bahkan, ia mengimbau agar penguatan ini dilakukan hingga ke tingkat cabang sebagai ujung tombak pengembangan.

Selain itu, ia menilai Tarung Derajat perlu menciptakan kaderisasi dan regenerasi tenaga pelatih secara terpadu.

"Tak kalah penting juga mengaktifkan kembali keberadaan Federasi Internasional Tarung Derajat yang pernah ada. Sebagai pintu masuk ke kancah olahraga di tingkat regional dan internasional," ungkapnya.

Sementara itu Sang Guru Tarung Derajat Haji Achmad Dradjat (Aa Boxer)menjelaskan Tarung Derajat adalah ilmu, tindakan moral dan sikap hidup yang memanfaatkan kemampuan daya gerak otot, otak dan nurani secara realistis dan rasional.

Ia menjelaskan Tarung Der berfokus pada upaya penguasaan dan penerapan lima daya gerak moral, yaitu kekuatan, kecepatan, ketepatan, keberanian, keuletan pada sistem ketahanan dan pertahanan diri yang agresif dan dinamis. Adapun penerapan tersebut dilakukan pada bentuk-bentuk gerakan pukulan, tendangan, tangkisan, bantingan, kuncian, hindaran dan gerakan anggota tubuh penting lainnya.

"Para petarung Tarung Derajat memiliki jiwa dan perilaku yang tidak menyombongkan diri. Bahkan terkesan seperti orang yang penurut dengan sikapnya yang tunduk demi menghindari keangkuhan, sebagaimana tergambar dalam semboyan 'Aku Ramah Bukan Berarti Takut. Aku Tunduk Bukan Berarti Takluk'," pungkasnya.

Sebagai informasi, organisasi PB KODRAT dibentuk sejak tahun 1994. Ketua Umum pertama dipegang Wakil Gubernur Jawa Barat Brigadir Jenderal TNI H.M. Sampurna (1994-1997). Selanjutnya Letnan Jenderal TNI (purn) Soeryatama Soebrata (1997-2002), Kepala Staf TNI Angkatan Darat ke-23 Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu (2002-2006), Menteri Kehutanan Indonesia ke-9 M.S. Kaban (2006-2010), Menteri Kehutanan Indonesia ke-10 Zulkifli Hasan (2010-2014), Letnan Jenderal TNI Mar (purn) Alfan Baharudin (2014-2017), dan Hary Tanoesoedibjo (2017-2021).

Acara pengukuhan tersebut turut dihadiri Sang Guru Badai Meganagara Drajat, dan Sang Guru Rimba Dirgantara Drajat. Hadir pula secara virtual Ketua Umum PB KODRAT 2017-2021 Hary Tanoesoedibjo yang kini menjadi Ketua Dewan Penasihat PB KODRAT 2021-2025, Sang Guru Dara Mentari Dradjat, serta 22 pengurus Tarung Derajat dari seluruh wilayah Indonesia.

Dalam acara tersebut, Bamsoet juga mengajak Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Jenderal Pol (purn) Budi Gunawan sebagai Ketua Dewan Pembina PB KODRAT 2021-2025 dan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo menjadi Ketua Dewan Kehormatan PB KODRAT 2021-2025.

(mul/ega)