2 Atlet Dayung Batal Uji Coba di Ceko, Fokus Latihan di Pangalengan

Mercy Raya - Sport
Selasa, 18 Mei 2021 13:15 WIB
Dua atlet rowing Indonesia, Mutiara Rahma Putri/Melani Putri.
Foto: Dok. PODSI
Jakarta -

Dua atlet rowing, Mutiara Rahma Putri/Melani Putri, batal mengikuti uji coba internasional menuju Olimpiade. Kedua pedayung Indonesia ini memutuskan fokus di Pangalengan karena proses karantina.

Rencananya Mutiara/Melani akan menjalani uji coba terakhir di Eropa untuk 2021 World Rowing under 23 Championships di Racice, Ceko, pada 7-11 Juli. Ajang itu sebagai persiapan keduanya sebelum tampil di Olimpiade Tokyo yang berlangsung 23 Juli-8 Agustus. Terlebih mayoritas persaingan di ganda putri dipegang oleh atlet-atlet Eropa dan diprediksi banyak atlet yang mengikuti ajang tersebut, dengan begitu Mutiara/Melani diharap bisa menambah pengalaman. Tapi kemudian keikutsertaan mereka dibatalkan.

Wakil Ketua Pengurus Besar Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PB PODSI) Budiman Setiawan menjelaskan, langkah itu diambil karena pengurus harus menjaga kondisi fisik atlet-atletnya sebelum turun di Olimpiade Tokyo.

"Sebetulnya suatu yang memungkinkan (untuk try out) tapi karena dekat dengan Olimpiade dan dikhawatirkan mereka tidak dalam kondisi yang baik pada hari pentingnya, jadi diputuskan tidak ada try out lagi," kata Budiman, dalam keterangan tertulisnya.

"Jadi selain jauh, mereka juga harus menjalani karantina selama 5-6 hari setelah kembali dari luar negeri. Bagi atlet, tidak latihan selama itu tentu akan memengaruhi peforma mereka," ujarnya.

Budiman, yang juga manajer tim, menyebut paling memungkinkan jika atlet bisa diizinkan terbang ke Tokyo sepekan atau dua pekan sebelum Olimpiade. Dengan begitu mereka bisa melakukan uji coba di lokasi pertandingan. "Tetapi itu tergantung keputusan panitia di sana."

Sebelumnya, Mutiara/Melani resmi mengantongi tiket lolos Olimpiade nomor lightweight women's double sculls (LW2x) usai posisinya naik menjadi peringkat tiga dari sebelumnya empat dalam Kualifikasi Olimpiade Rowing zona Asia/Oceania di Jepang, awal Mei lalu.

Mutiara/Melani finis di posisi keempat usai mendayung selama waktu 7 menit 35,71 detik di Sea Forest Waterway. Tuan rumah Chiaki Tomita/Ayami Oishi finis tercepat dengan catatan waktu 7 menit 15,84 detik. Mereka disusul pasangan Vietnam Thi Thao Luong/Thi Hao Dinh (7 menit 17,34 detik) dan Zeinab Norouzi Tazeh Kand/Kimia Zarei dari Iran (7 menit 23,86 detik).

Sebab, Iran sudah resmi memastikan tiket Olimpiade, maka posisi Indonesia akhirnya naik ranking tiga dan lolos kualifikasi.

Dua atlet rowing Indonesia, Mutiara Rahma Putri/Melani Putri.Dua atlet rowing Indonesia, Mutiara Rahma Putri/Melani Putri. Foto: Dok. PODSI

Cabor Lain Diminta Terpacu Prestasi Dayung

Sementara itu, Sekjen NOC Indonesia berharap kesuksesan yang diraih para pedayung Indonesia dapat diikuti cabang olahraga (cabor) lainnya yang tengah berjuang meraih tiket Olimpiade Tokyo. Di antaranya yaitu surfing, karate, balap sepeda, dan skateboard.

"Lolosnya pedayung Indonesia menjadi kabar baik. Saya harapkan ini bisa menjadi penyemangat untuk atlet di cabor lainnya yang sedang berjuang lolos kualifikasi," kata Ferry.

"Semoga kita bisa mendapat hasil terbaik sehingga atlet Merah Putih yang tampil di Olimpiade Tokyo semakin banyak," dia mengharapkan.

(mcy/krs)