Balap Sepeda Indonesia Ikuti Kejuaraan Dunia Freestyle di Prancis

Mercy Raya - Sport
Selasa, 18 Mei 2021 18:15 WIB
Seleksi BMX Freestyle di Skatepark Kolong Flyover Pasar Rebo, Selasa (18/5/2021).
Seleksi BMX Freestyle di Skatepark Kolong Flyover Pasar Rebo, Selasa (18/5/2021). Foto: Mercy Raya/detikcom
Jakarta -

Pengurus Besar Ikatan Sport Sepeda Indonesia (PB ISSI) bakal mengirimkan atlet ke Kejuaraan Dunia BMX Freestyle di Prancis. Ajang ini bagian dari kualifikasi menuju Olimpiade.

Demikian disampaikan Sekretaris Jenderal PB ISSI Parama Nugraha, di sela-sela penyeleksian BMX Freestyle yang berlangsung di Skatepark Kolong Flyover Pasar Rebo, Selasa (18/5/2021).

Ia menjelaskan, PB ISSI mendapat pemberitahuan dari UCI (Union Cycliste Internationale) untuk dapat mengirimkan satu pebalap putra dan satu pebalap putri guna mengikuti UCI Urban World Championships-BMX Freestyle Wolrd Championships di Montpellier, Prancis, pada 4-8 Juni mendatang.

"Akhirnya kami putuskan untuk melakukan seleksi hari ini karena 25 Mei mendatang menjadi batas akahir nama-nama yang akan dikirim. Nah, karena kita hanya punya pebalap putra, maka kami siapkan empat orang yang akan seleksi untuk bisa dipilih untuk didaftarkan," kata Parama.

"Empat pebalap ini kami ambil yang terbaik dari seluruh Indonesia, dan dapat dari Kuningan, Bandung, Depok, dan Bekasi. Tapi dua di antaranya pebalap yang kami seleksi itu pernah mengikuti World Cup BMX Freestyle 2019 di China dan juara nasional 2018 dan 2019," dia menambahkan.

"Nanti setelah dapat satu nama akan kami langsung daftarkan supaya kita bisa mendapatkan undangan tampil di Prancis dan mengurus visanya. Memang ini relatif mendadak tapi semoga bisa menjadi salah satu peluang untuk kita lolos di Olimpiade mendatang."

Parama menyebutkan bahwa peluang pebalap Indonesia untuk lolos ke Olimpiade cukup realistis. Sebab, Indonesia kini berada di peringkat tiga jika menilik dari zona Asia, di bawah Jepang dan China.

"Jika anak-anak cukup bagus dari China kemungkinan kita lolos karena Jepang host country, sudah pasti ikut. Sementara dengan China, kita hanya selisih tujuh poin jika dilihat dari peringkat negara nomor BMX Freestyle," dia mengungkapkan.

"Harapan saya atlet kita bisa main maksimal. Makanya yang kami seleksi adalah kemampuan untuk melakukan kombinasi atau trik. Jadi dalam satu obstacle mereka harus melakukan satu dua trik sekaligus, karena di sana obstacle cukup besar. Jadi peluang untuk mereka melakukan kombinasi itu sangat besar," Parama mengharapkan.

Seleksi BMX Freestyle di Skatepark Kolong Flyover Pasar Rebo, Selasa (18/5/2021).Seleksi BMX Freestyle di Skatepark Kolong Flyover Pasar Rebo, Selasa (18/5/2021). Foto: Mercy Raya/detikcom

(mcy/krs)