Turnamen Esport AMPI Jatim Munculkan Banyak Talenta Muda Berbakat

Yudistira Imandiar - Sport
Jumat, 21 Mei 2021 20:39 WIB
Grand Final Esport AMPI Jatim akan dilaksanakan secara offline di Taman Candra Wilwatikta Pandaan, Pasuruan dengan konsep sport tourism.
Foto: Golkar Jatim
Jakarta -

Angkatan Muda Pembangunan Indonesia (AMPI) Jawa Timur menggelar turnamen Esport Piala Menpora yang diikuti 14 ribu tim dari berbagai daerah. Kompetisi tersebut akan menggelar babak Grand Final pada 5 Juni mendatang.

Grand Final Esport AMPI Jatim akan dilaksanakan secara offline di Taman Candra Wilwatikta Pandaan, Pasuruan dengan konsep sport tourism. Sebelumnya sejak babak 16 besar kompetisi digelar secara online.

"Dengan kondisi yang kali ini masih dalam masa pandemi, tidak mungkin kami menghadirkan peserta yang jumlahnya ribuan, pilihan rasional kami adalah melaksanakan pertandingan secara online. Tetapi, tidak mengurangi sportifitas antar tim dalam bertanding," jelas Ketua AMPI Jatim Pranaya Yudha dalam keterangan tertulis, Jumat (21/5/2021).

Ada empat tim yang akan berlaga memperebutkan hadiah total Rp 200 juta di grand final. Empat tim tersebut adalah Victim Esport dan Kings Esport dari Jakarta, Nextlevel dari Bandung, dan DNPro Gaming dari Kota Malang.

Yudha mengaku senang karena tim-tim baru bisa masuk final. Ia menyebut hal itu menandakan banyak talenta baru yang selalu muncul dalam setiap turnamen.

"Banyak tim baru yang mungkin namanya masih asing di telinga para penggemar game online, tetapi kemampuan mereka sudah tidak diragukan lagi," kata anggota DPRD Jawa Timur itu.

Pembina DPD AMPI Jatim Muhammad Sarmuji menambahkan turnamen yang melibatkan belasan ribu tim dan sekitar 70 ribu peserta. Kompetisi, kata dia, tidak didominasi oleh para gamer profesional, melainkan talenta baru tetapi memiliki kapasitas nasional.

"Saya bergembira ternyata kegiatan yang diadakan oleh AMPI Jatim mendapatkan sambutan yang sangat besar dari belasan ribu tim. Lebih menggembirakan lagi peserta yang lolos ke Grand Final ternyata talenta-talenta baru dalam esport ini. Mereka memiliki kapasitas nasional untuk bersaing dengan atlet-atlet profesional yang terlebih dahulu ada dalam cabang esport ini," urai Ketua DPD Golkar Jatim itu.

Sarmuji menyampaikan turnamen-turnamen esport harus lebih tertata jadwalnya serta memiliki iklim kompetisi yang sehat agar terus muncul atlet-atlet kompeten. Ia menyampaikan DPD Golkar Jatim juga akan menyelenggarakan turnamen serupa dengan lingkup yang spesifik, yaitu lokal Jawa Timur.

"Kesuksesan AMPI Jatim mengadakan kompetisi yang sifatnya nasional memberi inspirasi untuk menyelenggarakan turnamen serupa tetapi dengan lingkup yang lebih terkonsentrasi, yaitu Jawa Timur. Kami yakin dengan turnamen yang rutin akan memberikan apresiasi serta memunculkan bakat baru dalam cabang esport yang ada di pelosok Jawa Timur," ungkap Sarmuji.

(fhs/ega)