Atlet Panjat Tebing RI Pecahkan Rekor Dunia dan Raih Emas!

Tim detikcom - Sport
Sabtu, 29 Mei 2021 13:07 WIB
Kejuaraan Dunia Panjat Tebing
Veddriq Leonardo dan Kiromal Katibin, dua atlet Panjat Tebing Indonesia saat berebut medali emas Kejuaraaan Dunia Panjat Tebing. (Foto: Dok. Instagram/@ifsclimbing)
Jakarta -

Atlet-atlet Indonesia menorehkan prestasi membanggakan saat berjuang dalam Kejuaraan Dunia Panjat Tebing di Salt Lake City, Utah, Amerika Serikat. Tak cuma memecahkan rekor dunia, medali emas pun diraih.

Dalam kejuaraan dunia tersebut, ada atlet Indonesia Veddriq Leonardo yang berhasil menyabet medali emas sekaligus memecahkan rekor dunia saat mengungguli atlet Merah Putih lainnya, Kiromal Katibin, di nomor speed putra.

Veddriq Leonardo mencatatkan waktu 5,208 dalam tantangan di wall dengan ketinggian 15 meter itu. Ia pun berhak menjadi yang tercepat sekaligus medali emas.

Yang menarik, catatan waktu Veddriq Leonardo dalam menyabet medali emas Kejuaraan Dunia Panjat Tebing itu sekaligus membuatnya memecahkan rekor dunia yang sebenarnya juga baru saja ditorehkan oleh Kiromal Katibin pada babak semifinal, dengan catatan waktu 5,25 detik.

"Mereka. Melakukannya. Lagi. Veddriq Leonardo mengalahkan rekan satu timnnya, Kiromal Katibin, dan kembali mengukir rekor dunia nomor speed putra di Salt Lake City!" demikian caption postingan akun instagram @ifscclimbing, Sabtu (29/5/2021).

Menilik lebih jauh sepak terjang kedua atlet panjat tebing Indonesia itu, Veddriq Leonardo dan Kiromal Katibin sebenarnya juga sudah saling bersaing dalam menajamkan catatan waktunya masing-masing sedari awal Kejuaraan Dunia Panjang Tebing 2021.

[Gambas:Instagram]




Prestasi membanggakan kedua atlet Indonesia dalam Kejuaraan Dunia Panjat Tebing yang diselenggarakan oleh International Federation of Sport Climbing (IFSC) itu tak lepas dari dukungan penuh KJRI Los Angeles, yang mewakili pemerintah Indonesia.

Disebutkan pula dalam rilis KJRI Los Angeles, "Situasi pandemi yang belum mereda dan adanya catatan kasus positif atas atlit dari negara peserta lainnya, menjadikan kontingen Indonesia harus semakin berhati-hati."

(krs/krs)