Kontroversi Raffi-Nagita Jadi Ikon PON Papua, Ini Kata Menpora

Mercy Raya - Sport
Jumat, 04 Jun 2021 15:45 WIB
Raffi Ahmad dan Nagita Slavina saat ditemui di kawasan Antasari.
Raffi Ahmad-Nagita Slavina ditunjuk jadi ikon PON Papua. Foto: Pool/Noel/detikFoto
Jakarta -

Menpora Zainudin Amali merespons kontroversi penunjukan Nagita Slavina dan Raffi Ahmad jadi ikon PON Papua. Ia pun akan berkomunikasi dengan Panitia Besar Pekan Olahraga Nasional (PB PON).

Hal itu disampaikan Amali, yang sekaligus mempertegas bahwa penunjukan duta dan ikon PON ini tanpa sepengetahuan dari pemerintah pusat baik dari Kemenpora maupun Presiden RI Joko Widodo.

Sebelumnya, komika Arie Kriting mengkritisi penunjukkan Nagita sebagai ikon PON XX Papua melalui akun Instagram pribadinya. Ia mengunggah tangkapan layar Nagita yang mengenakan pakaian tradisional Papua sekaligus menuliskan pendapatnya terkait penunjukan Nagita sebagai Ikon PON Papua.

Ia menjelaskan bahwa penunjukan Nagita dan sebagai ikon pada akhirnya akan mendorong terjadinya cultural appropriation. Seharusnya sosok perempuan Papua, dipresentasikan langsung oleh perempuan Papua. Unggahannya pun mendapat respons beragam dari warganet, termasuk Amali yang akhirnya ikut angkat bicara.

"Pertama, publik harus tahu keputusan penunjukan ikon PON bukan oleh pemerintah pusat, oleh Menpora, apalagi jika dikaitkan dengan Presiden. Sama sekali tidak, kami tak tahu menahu. Ini sepenuhnya keputusan PB PON, yang ketuanya Gubernur Papua (Lukas Enembe)," kata Amali dalam jumpa pers virtual, Jumat (4/6/2021).

"Tapi saya kira ini aspirasi masyarakat yang harus saya perhatikan. Saya akan komunikasi dengan PB PON supaya mempertimbangkan lagi daripada ini menjadi kontra yang berkepanjangan," ujar Menpora.

"Saya juga akan komunikasi dengan pihak Nagita Slavina dan Raffi Ahmad. Sebenarnya mereka kan profesional saja. Mereka ditunjuk PB PON dan melaksanakan tugas bagaimana sesuai kesepakatannya, tapi kemudian jadi kontroversi," dia menjelaskan.

Menyoal apakah nanti ada pergantian ikon PON Papua, Amali enggan berspekulasi. Sebab, penunjukan ikon dan duta merupakan kewenangan penuh dari panitia besar ajang multievent tingkat nasional empat tahunan tersebut.

"Saya kira kami serahkan kepada PB PON untuk memutuskan. Kami akan kasih masukan lah," ucap Amali tanpa menyebut nama-nama putra putri daerah yang ideal jika Nagita dan Raffi Ahmad diganti.

"Seperti yang saya sampaikan, mungkin saja tujuan mereka kenapa memunculkan figur yang dikenal luas masyarakat supaya publikasi PON jadi masif. Tapi kami akan diskusi, saya bicara dengan ketua hariannya," tegas Menpora.

(mcy/krs)