Target 5 Besar Olimpiade di 2044, Kemenpora Bina Kembali Atlet

Jihaan Khoirunnisaa - Sport
Sabtu, 05 Jun 2021 17:08 WIB
Zainudin Amali
Foto: Kemenpora
Jakarta -

Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora) RI, Zainudin Amali secara resmi membuka acara sosialisasi perdana Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 3 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Persepakbolaan Nasional di Surabaya, Jumat (4/5) malam.

Zainudin mengatakan instruksi ini dikeluarkan Presiden Jokowi tahun 2019 lalu, sebagai bentuk keseriusannya untuk memperhatikan geliat sepakbola RI.

"Satu-satunya cabang olahraga yang ada Inpres-nya itu hanya sepakbola, yang artinya apa tadi disampaikan oleh Presiden waktu itu, itulah perhatian bapak presiden Jokowi kepada pembinaan sepakbola kita. Kenapa? karena kalau dilihat dari seluruh dunia kita ini ada di rangking nomor 3 rakyatnya yang suka sepakbola," ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (5/6/2021).

Lebih lanjut dia menjelaskan berdasarkan hasil survei dari lembaga internasional yang terpercaya dan kredibel, tercatat 77 persen rakyat Indonesia yang menyukai sepakbola. Hal ini yang menjadi alasannya untuk memberanikan diri memulai kompetisi sepakbola meski di masa pandemi.

"Itulah sebabnya kenapa saya memberanikan diri pada saat kompetisi terhenti, turnamen tidak ada, saya dan teman-teman PSSI berusaha sekuat tenaga supaya ada kegiatan sepakbola," terangnya.

Diungkapkan Zainudin, pihaknya tengah menyusun grand design olahraga nasional sebagai tindak lanjut arahan Presiden Jokowi terkait review ulang pola pembinaan atlet dan ekosistem olahraga nasional. Dengan target Indonesia bisa masuk 5 besar pada olimpiade 2044 nanti.

"Tentu ada target- target dalam desain besar itu. Kalau sekarang kita di olimpiade posisinya di bawah. Target kita 2044 nanti kita 5 besar dunia, karena saya diskusi dengan para profesor dari berbagai perguruan tinggi. Jadi bukan karangan-karangannya Menpora," tegasnya.

Menurutnya, Surabaya dipilih sebagai tempat pertama dilakukan sosialisasi Inpres no 3 tahun 2019 bukan tanpa alasan. Jawa Timur diketahui memiliki jumlah klub bertanding di Liga 1 paling banyak, yaitu 5 klub. Sementara provinsi lain hanya 1 klub dan bahkan tidak ada.

"Jawa Barat yang luar biasa semangat sepakbolanya saja, itu hanya punya satu klub, Persib. Jakarta yang ibu kota itu hanya punya satu Persija," tuturnya.

Di samping itu, Jawa Timur juga mengutus 5 pemain dalam tim nasional 2021, sehingga provinsi ini harus didorong demi kemajuan olahraga, khususnya sepakbola.

"Sekarang program kita mulai dari sini. Jadi kalau sampai tidak maju sepakbolanya, berarti bukan karena tidak punya talenta, bukan tidak punya atlet, atau bakat tidak ada tetapi manajemennya yang harus review," tandasnya.

Hal senada juga disampaikan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. Dia menilai sepakbola perlu didorong ke arah sport tourism, sport industry dan sport science.

"Ketiganya ini mudah-mudahan menjadi satu kesatuan ketika Inpres no 3 tahun 2019 disahkan. Sport science adalah kebutuhan, bola menjadi penting untuk bisa pastikan bahwa setiap ada bola maka ada sport industri di dalamnya dan setiap ada bola ada sport tourism di dalamnya," katanya.

Khofifah juga menyampaikan terima kasih dan mengapresiasi Zainudin atas sinergi dan dukungannya terhadap pemerintah daerah Jawa Timur.

"Terima kasih support dan seluruh perhatian kepada Pemprov Jawa timur. Mudah-mudahan Inpres 3 tahun 2019 ini akan menjadi bagian dari penguatan bagaimana dunia persepakbolaan di Jawa timur. Dan tentu menjadi bagian dari dunia sepakbola di tingkat nasional," katanya.

Di sisi lain, Wakil Ketua Umum PSSI, Iwan Budianto menyebutkan masalah persepakbolaan Indonesia selama ini adalah tidak ada dukungan dari pemerintah daerah dalam pembinaan atlet, termasuk dukungan anggaran dalam APBD mereka. Sedangkan kehadiran pemerintah dalam pembinaan atlet sudah dilakukan oleh negara-negara tetangga, seperti Thailand, Laos dan Jepang.

"Singkat kata dari itu adalah sepakbola ini tidak bisa sendiri. Semua harus dilakukan dengan kebersamaan, negara harus hadir. Pemerintah provinsi dan pemerintah kota, pemerintah kabupaten dan sebagainya," pungkasnya.



Simak Video "Pemkab Sukabumi Digugat Warga soal Sengketa Lapangan Sepak Bola"
[Gambas:Video 20detik]
(mul/krs)