3 Alasan Indonesia Ngotot SEA Games Tetap Digelar November 2021

Mercy Raya - Sport
Kamis, 10 Jun 2021 13:00 WIB
Sesmenpora Gatot S Dewa Broto
Sekretaris Kemenpora, Gatot S. Dewa Broto (Dok. Kemenpora)
Jakarta -

Indonesia bersikeras dengan keputusannya menolak wacana penundaan SEA Games 2021 Hanoi. Kemenpora membeberkan alasannya.

Indonesia diwakili Komite Olimpiade Indonesia (KOI) menghadiri rapat kerja yang dipimpin oleh Chief Operating Officer SEA Games Federation (SEAGF) Datuk Seri Chaiyapak Siriwat pada Rabu (9/6/2021).

Rapat kerja dibuka dengan penetapan notulen rapat terakhir pada 18 Mei 2021 yang dilanjutkan paparan situasi terkini dari tuan rumah, Vietnam. Dalam kesempatan tersebut, perwakilan NOC Vietnam menyampaikan keinginan untuk menunda SEA Games edisi ke-31 ini ke pertengahan tahun depan.

Vietnam mengusulkan pesta olahraga dua tahunan se-Asia Tenggara ini dilaksanakan pada medio Mei atau Juni 2022. Alasan penundaan dikarenakan kasus COVID-19 di Vietnam tengah meningkat.

Indonesia menolak usulan penundaan tersebut. Mereka berkeras karena sejumlah alasan. Sekretaris Kemenpora, Gatot S. Dewa Broto, memberikan penjelasannya.

"Pertama, tahun depan ada sejumlah event besar. Ada Asian Games, di ajang itu pertaruhan Indonesia sangat besar. Kemarin sukses 2018 meraih empat besar, memang kami tak yakin dapat empat besar lagi. Tapi at least seandainya turun tidak terlalu jauh lah. Jika SEA Games mundur, maka konsentrasi atlet terpecah, meskipun pada pelaksanaannya tak akan bentrok. Tapi ada beban psikologis bagi atlet Indonesia," kata Gatot kepada detikSport, Kamis (10/6/2021).

Selain Asian Games, tahun depan Indonesia juga bakal mengikuti tiga multievent olahraga, yaitu Asian Indoor Martial Arts Games (AIMAG) Bangkok, Islamic Solidarity Games (ISG) Konya, serta Asian Games Hangzhou.

"Alasan lain masalah anggaran. Anggaran Kemenpora tidak banyak. Jika ditunda sampai tahun depan, maka kami harus optimalisasi, efisiensi anggaran yang ada. Kami tidak bisa kemudian bilang kepada Kemenkeu untuk ditambah karena event mundur. Memangnya, anggaran hanya untuk Kemenpora, pasti ada hal lain-lain. Ujungnya Kemenkeu pasti minta tolong (anggarannya) dioptimalisasi dan jika itu terjadi tentu berat buat kami," Gatot menjelaskan.

"Alasan terakhir karena Vietnam itu punya sejarah membatalkan Asian Games 2018 (yang akhirnya diambil alih Indonesia) dan itu di Hanoi juga. Nah, harapan kami (dengan adanya permasalahan ini) jadi kesempatan ASEAN untuk saling bantu. Jangan justru menyudutkan atau menghakimi. Memang tidak ada kesan itu, tapi minimal saling bantu," ujarnya.

Gatot juga meminta agar Vietnam tak terlalu terburu-buru dalam mengambil keputusan penundaan karena COVID-19. "Olimpiade saja yang ibaratnya besok pagi saja, belum ada pengumuman kok. Nanti takutnya pemerintah Vietnam malu. Tetapi dari semua itu, yang tahu persis adalah pemerintah mereka dan ini urusannya keselamatan," dia menjelaskan.

Meskipun begitu, Gatot mengatakan Indonesia akan memaklumi jika memang persoalan-persoalan yang dihadapi Vietnam tidak diatasi lagi.

"Ya kalau memang tidak bisa ditahan lagi, kami bisa memaklumi. Jangan sampai karena faktor gengsi politik malah akhirnya bisa fatal. Tapi harapan kami Vietnam tetap jalan," pungkas Gatot.

NOC Vietnam saat ini masih meminta waktu untuk berdiskusi dengan pihak pemerintah untuk menentukan langkah selanjutnya terkait nasib SEA Games. SEAGF memutuskan untuk kembali mengadakan rapat lanjutan pada 24 Juni 2021.

Lihat juga video 'Kemegahan Stadion PON XX di Papua yang Dipamerkan Jokowi':

[Gambas:Video 20detik]



(mcy/aff)