Voli Proliga All Stars
Main 5 Set, Putra Dynamic Hijau Juara
Minggu, 19 Mar 2006 20:28 WIB
Palembang - Pertarungan sengit sepanjang lima set. Itulah yang harus dilakoni tim putra Dynamic Hijau untuk menjuarai perang bintang Sampoerna Hijau Proliga 2006, Minggu (19/3/2006).Pertandingan kelompok putra betul-betul membuat panas GOR Sriwijaya. Tak ada yang bisa menebak siapa yang akan menjadi juara di pertarungan itu. Tim Dynamic Hijau dan Spirit Hijau beraksi saling mendominasi setiap setnya. Alhasil dukungan penonton terbagi dua antara dua tim tersebut. Set pertama adalah waktu bagi bintang-bintang lokal untuk unjuk kemampuan. Kedua pelatih, Li Qiujiang (Dynamic) dan Nandi Nata (Spirit) sepertinya satu pemikiran dengan menurunkan starter yang kesemuannya diisi pemain lokal. Dynamic dengan Didik Irwandi, Joni Sugiatno, Affan Priyo (Surabaya Samator), Hudi M, Sutono dan Joko Mudianto (Jakarta P2B santana). Sedangkan Spirit diisi Andri Widiatmoko, Erwin Rusni, Andri, Hadi Esmanto (Jakarta Monas), Usep SUparman dan Octavian (Bandung BSI).Di set awal ini Dynamic terpaksa mengakui keunggulan Spirit. Smes-smes tajam Andri Widiatmoko di berbagai posisi menyulitkan Dynamic. Langsung saja Dynamic tertinggal 11-16. Permainan Dynamic yang banyak diperkuat pemain muda gagal menemukan ritme yang pas dan harus takluk dengar skor 23-25.Set kedua barulah kedua tim menampilkan bintang asingnya. Luis Hernandes dan Tang Liang mengisi Dynamic, kemudian Paulo Caesar dan Jonad Estrada memperkuat Spirit. Tak seperti di set pertama, serangan kedua tim menjadi lebih variatif.Bahkan Dynamic bisa mendominasi dan mampu membalas kekalahan di set pertama dengan skor 25-15. Set ketiga giliran Spirit yang beraksi lebih memukau. Masuknya Brian Alfianto yang menggantikan Paulo membawa keuntungan besar bagi Spirit. , Brian . Brian malah memberi kontribusi lebih bagus dibanding pemain Brasil itu. Bekerja sama dengan Octvian, Spirit yang hampir tersusul Dynamic di posisi 21-20 akhirnya merebut set ketiga dengan skor 30-28.Sayangnya di set keempat penampilan Spirit menurun. Stamina yang mulai terkuras mempengaruhi permainan Spirit. Mereka terpaksa menerima hasil 28-30 untuk kemenangan Dynamic. Keadaan menurun Spirit itu terus berlanjut di set kelima yang menjadi set penentuan. akibat servis dan smesh yang kurang akurat, Dynamic justru mendapat banyak keuntungan. Mereka terus melaju dengan skor 15-11, untuk meraih gelar juara. "Faktor stamina, servis tidak masuk dan materi pemain yang kurang membuat Spirit kalah. Harus diakui penampilan tadi kurang greget. Tim Dynamic juga tak jauh beda, makanya saya harap all stars tahun depan bisa lebih baik," ujar Nandi Nata, Pelatih Spirit.Sementara itu, Li Qiujiang tanpa banyak komentar mengaku puas dengan hasil Dynamic, walau hanya pertandingan ini sekedar menghibur. "Ini hanya hiburan, tidak ada masalah kalah menang. Yang penting anak-anak bermain baik," tukas pelatih asal Cina ini. Pemain senior Loudry Maspaitella punya komentar yang sedikit berbeda. Menurutnya, pertandingan all stars ini tak lebih baik meski diperkuat pemain asing. Bahkan kemampuan pemain lokal dianggap lebih bagus dibanding pemain asing. "Sebenarnya untuk putra pemain lokal itu lebih baik, tapi beda untuk putri. Dimana kekuatan pemain asing masih sangat berpengaruh di sana. Yah, saya harap Proliga All Stars tahun ini dinilai bisa menghibur penonton Palembang," tandas Loudry.Sedangkan Luis Hernandez saat ditanya detiksport mengenai kesan pertarungan perang bintang, mengaku dirinya sangat exciting dengan suasana Indonesia. "Saya exciting di sini, masyarakatnya sangat antusias pada voli. Kemudian permainan voli Indonesia juga tak kalah bagus dengan permainan luar negeri," ucap pemain bertinggi badan 190 cm itu. (din/)











































