Conor McGregor Harus Ingat, Dustin Poirier Itu Petarung Kuat

Afif Farhan - Sport
Selasa, 06 Jul 2021 18:15 WIB
Dustin Poirier
Conor McGregor Harus Ingat, Dustin Poirier Itu Petarung Kuat (Instagram/dustinpoirier)
Las Vegas -

Dustin Poirier vs Conor McGregor akan jadi sajian utama UFC 264. McGregor diminta jangan meremehkan Poirier, kalau tidak mau kalah lagi.

UFC 264 menyajikan duel utama Dustin Poirier vs Conor McGregor pada Minggu (11/7) bertempat di T-Mobile Arena, Las Vegas, Minggu (11/7). Duel di kelas ringan ini merupakan trilogi alias kali ketiga di antara keduanya.

Conor McGregor pernah mengalahkan Dustin Poirier di tahun 2014 silam. Kemudian di akhir Januari 2021 kemarin, giliran Dustin Poirier yang mampu menang.

Kini keduanya punya 'skor' 1-1. Maka di laga ketiganya ini, jadi pembuktian keduanya siapa yang paling tangguh di UFC.

Daniel Cormier, eks juara kelas berat UFC memberikan komentar soal Dustin Poirier vs Conor McGregor jilid ketiga. Baginya, McGregor dinilai sedikit meremehkan Poirier.

"Lihatlah pertarungan-pertarungan terakhir Poirier. Dia bisa mengalahkan Pettis, Gaethje, Eddie Alvarez, dan Holloway. Sempat kalah sama Khabib, tapi kembali menang lawan Dan Hooker," terangnya seperti dilansir dari ESPN.

"Artinya, Poirier terus berkembang menjadi petarung yang kuat. Dia tahu bagaimana memenangi petarungan," tegasnya.

ABU DHABI, UNITED ARAB EMIRATES - JANUARY 23: In this handout image provided by the UFC, (R-L) Dustin Poirier punches Conor McGregor of Ireland in a lightweight fight during the UFC 257 event inside Etihad Arena on UFC Fight Island on January 23, 2021 in Abu Dhabi, United Arab Emirates. (Photo by Jeff Bottari/Zuffa LLC via Getty Images)Dustin Poirier (kanan) kalahkan Conor McGregor pada rematch keduanya di Januari kemarin (Zuffa LLC via Getty Images/Handout)

Hal senada juga disebutkan oleh eks juara kelas middleweight, Michael Bisping. Menurutnya, Conor McGregor memang petarung hebat dengan pukulan tangan kiri mematikan. Tetapi, Dustin Poirier mampu mengantisipasinya dengan baik.

"Di ronde kedua, pukulan bersih dari McGregor masuk ke Poirier. Tetapi lihatlah tidak seperti di ronde pertama, karena sisi psokologis yang mana Poirier mampu menerimanya dan bertahan," terang Bisping.

"Conor McGregor itu ibaratnya sprinter, bukan pelari maraton. Dia bisa cepat meledak, tetapi kemudian semuanya berubah ketika lawannya bermain cerdas," lanjutnya.

Diyakini, pemenang dari Dustin Poirier vs Conor McGregor bakal mendapat kesempatan menjadi penantang untuk pemegang sabuk juara kelas ringan UFC, Charles Oliveira.

(aff/mrp)