KOI Puji Menpora yang Ubah Target Indonesia di Olimpiade 2020

Mohammad Resha Pratama - Sport
Sabtu, 10 Jul 2021 21:15 WIB
Komite Olimpiade Indonesia (KOI) senang dengan keputusan Kemenpora mengubah target Indonesia di Olimpiade 2020. Ini bakal baik untuk perkembangan olahraga nasional.
KOI Puji Kemenpora yang ubah target Indonesia di Olimpaide 2020 (dok.Kemenpora)
Jakarta -

Komite Olimpiade Indonesia (KOI) senang dengan keputusan Kemenpora mengubah target Indonesia di Olimpiade 2020. Ini bakal baik untuk perkembangan olahraga nasional.

Kontingen Indonesia untuk Olimpiade Tokyo 2020 sudah dilepas, Kamis (8/7/2021) kemarin yang berjumlah 28 atlet. Biasanya Indonesia ditarget meraih minimal 1-2 medali emas, setidaknya dari cabang bulutangkis.

Tapi, untuk Olimpiade kali ini, Pemerintah melalui Kemenpora sudah punya target baru. Indonesia harus mulai memperbaiki peringkat di klasemen Olimpiade dan bukan sekadar seberapa banyak emas.

Ini artinya cabor-cabor lain juga dituntut untuk bisa tampil sebaik mungkin demi mempersembahkan medali emas, perak, dan perunggu untuk Indonesia.

"Target kami langsung peringkat, jadi kami tak menyebut berapa emas, perak, perunggu. Tapi saat diskusi, sangat gampang dimonitor. Jadi dalam grand desain target kita harus lebih baik dari yang terakhir," ujar Menpora Zainudin Amali.

Sejak pertama kali tampil di Olimpiade 1952, Indonesia sudah mengoleksi 32 medali, rinciannya tujuh emas, 13 perak, dan 12 silver. Pada Olimpiade 2016 di Rio de Janeiro, Indonesia meraih satu medali emas dan dua perak.

Pencapaian terbaik adalah enam medali di Olimpiade 2000 dan 2008. Sementara peringkat terbaik adalah di Barcelona 1992 saat meraih dua medali emas dan duduk di posisi ke-24.

Maka dari itu, Indonesia harus bisa meraih medali sebanyak mungkin, terutama emas, agar bisa finis di posisi yang lebih baik. Apalagi dalam dua Olimpiade terakhir, Indonesia cuma bisa membawa pulang total tiga medali.

Langkah berani Menpora mengubah target ini dipuji oleh Ketua KOI Raja Sapta Oktohari sekaligus Chef de Mission ( CdM) Kontingen Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020 Rosan Roeslani.

Menurut Okto, selama ini kesuksesan Indonesia selalu diukur dari jumlah medali emas yang didapat. Tapi, perlu diingat bahwa semangat olympic solidarity adalah soal keikutsertaan.

"Saya mengapresiasi keberanian Pak Menpora karena apa yang dilakukannya di luar dari kebiasaan yang terjadi di dunia olahraga Indonesia. Tapi perubahan ini adalah perubahan yang positif dan konstruktif," ujar Okto.

"Tadi Pak Menpora sudah sampaikan bahwa target kita tidak lagi mengukur berapa medali emas, perak dan perunggu tetapi secara keseluruhan harus peringkat. Di dalam peringkat itu nanti ada komponen berapa emas, perak dan perunggu," sambungnya.

"Karena itu, sekali lagi saya sampaikan apresiasi atas keberaniannya untuk merubah paradigma berpikir masyarakat Indonesia yang pertama kita tidak lagi berpikir berapa medali emas tetapi berapa peringkat Indonesia," tutup Okto.

(mrp/nds)